Langsung ke konten utama

Sang Juara (1)


Honeylizious.com – Jumat yang lalu, tanggal 29 November 2013 saat panitia menelpon untuk mengabari saya masuk 5 besar lomba menulis Tulis Nusantara sebenarnya ada yang janggal. Sebab panitia memberikan ucapan selamat kepada saya sampai tiga kalau tidak empat kali. Pertanda apa? Sebelumnya hari Rabu, tanggal 27 November 2013 saya tak bisa tidur sampai adzan subuh menjelang. Saya tak tahu kenapa saya tak bisa tidur.

Barangkali waktu itu banyak yang menantikan pengumuman 50 nama yang berhasil masuk sebagai nominasi pemenang Tulis Nusantara 2013. Saya sendiri yang memang tak bisa tidur tidak menyadari soal pengumuman tersebut. Jadinya saya hanya duduk di depan televisi dan tak membuka sosial media. Kalau saja waktu itu saya memang menyadari bahwa saya masuk 50 nominasi pemenang barangkali saya akan tidur nyenyak tapi bisa jadi juga malah berdebar-debar.


Saya bahkan berusaha melupakan lomba tersebut. Sebab sejak awal saya ingin mengikuti lomba menulis novelnya bukan cerpen. Novel yang saya selesaikan 30 halaman tersebut akhirnya batal saya kirimkan karena tak bisa lagi diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 jam. Apalagi saya tak mungkin mengenyampingkan kegiatan ibu rumah tangga yang wajib saya lakukan. Beres-beres rumah dan masak lumayan menyita waktu. Walaupun suami mengizinkan saya lebih banyak menulis hari itu. Tapi pada akhirnya saya hanya menulis 30 halaman sore tanggal 15 November 2013. Deadlinenya? Ya tanggal 15 November sebelum pukul 00.00 harus sudah dikirimkan ke panitia.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan