Langsung ke konten utama

Prenagen Juice Bukannya Untuk Ibu Hamil?


Prenagen memang identik sekali dengan yang namanya ibu hamil. Lebih identik lagi dengan susu. Setiap kali mendengar orang menyebut prenagen memang yang terbayang adalah segelas susu dan seorang perempuan hamil yang sedang meminumnya sambil mengusap perutnya yang membuncit. Jadi tak heran ketika saya mengatakan sedang ngemil Prenagen Juice banyak yang bertanya-tanya, apakah saya memang sudah 'isi'?

Padahal Prenagen Juice sama sekali bukan susu dan tidak hanya diperuntukan bagi ibu hamil. Ibu yang sedang merencanakan kehamilan juga bisa ngemil Prenagen Juice. Dibandingkan harus ngemil makanan lain yang kurang sehat. Memang lebih baik ngemil Prenagen Juice yang mengandung asam folat dan vitamin C yang tinggi.

Apakah Prenagen Juice bukan susu?

Ini juga beberapa kali ditanyakan oleh teman-teman sesama ibu yang sedang hamil dan ada juga yang sedang merencanakan kehamilan. Tak dapat dipungkiri, prenagen memang berhasil mengeluarkan produk susu untuk ibu hamil dan melekat kuat di benak banyak orang. Jadi ketika keluar produk Prenagen Juice, orang bertanya-tanya apakah ini adalah turunan dari susu kehamilan mereka yang terkenal itu?

Prenagen Juice, saya tegaskan, sama sekali bukan susu, jadi buat ibu yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan tak perlu ragu untuk mengonsumsinya sebagai cemilan. Apalagi buat ibu yang kurang suka dengan susu. Ada baiknya memang menyediakan cemilan sehat ini di rumah. Prenagen Juice juga sangat praktis untuk di bawa beraktivitas di luar rumah. Kemasan botolnya sangat mudah dimasukkan dalam tas sebab ukurannya tak begitu besar.

Yang perlu diingat oleh banyak ibu dan calon ibu adalah Prenagen Juice ini bukan susu dan tidak diperuntukkan sebagai pengganti susu.


Sudah ngemil Prenagen Juice hari ini?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan