Langsung ke konten utama

Pernikahan Itu...


Honeylizious.com – Pernikahan itu apa sih menurut teman-teman Honeylizious? Pernikahan kalau dipikir-pikir memang tempat pembelajaran yang akan kita tempuh sampai mau memisahkan kita dengan pasangan kita. Sekolah kehidupan tanpa ada habisnya. Selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari. Meskipun sebenarnya bagi saya sendiri pernikahan itu adalah sekolah untuk menerima kelebihan dan belajar mencintai kekurangan pasangan kita.

Bagaimana kita memahami bahwa kekurangan tersebut akan menjadi hal yang paling menguatkan hubungan antara suami dan istri. Sebab dengan saling mencintai kekurangan masing-masing kita akan belajar untuk saling mengisi. Bagian yang kurang dari pasangan kita akan menjadi hal yang kita usahakan untuk kita yang mengisinya. Semua orang bisa menerima kelebihan orang lain. Itu adalah hal yang sangat mudah. Bahkan mencintai kelebihan itu juga terlalu mudah untuk dilakukan.

Tetapi mencintai kekurangannya? Tak semua orang bisa. Bagaimana kita mampu bersabar dengan kekurangannya lalu bersyukur dengan semua kelebihan yang dia punya. Sebab setiap manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Siapa pun itu. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Karena Tuhan memang memberikan apa pun yang ada di dunia ini lengkap dengan pasangannya. Seperti mata uang logam. Ada dua sisi yang tak akan pernah terlepaskan.


Bagaimana? Sudah menikah? Kalau belum bisa mencintai kekurangan pasangan kita kamu belum benar-benar menikah.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan