Langsung ke konten utama

Nyelonong di Ruang Kosong Jalanan


Honeylizious.com – Pernahkah berada di simpang empat jalan lalu ada sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong saat pergantian lampu merah? Tentu saja yang nyelonong ini adalah orang yang tidak diizinkan untuk jalan terus sebab di bagiannya masih ditandai dengan lampu merah. Biasanya memang saat pergantian lampu merah ada jeda sekitar 1-2 detik sampai akhirnya semua kendaraan benar-benar berada di bagian tengah persimpangan sebelum akhirnya menuju jalan yang dia inginkan.

1-2 detik penghematan waktu bagi mereka tapi sebenarnya membahayakan banyak orang. Belum lagi rasanya orang yang seperti itu, yang tak tahu aturan sangat menyebalkan. Kalau orang yang nyelonong itu orang yang tak sadar lampu di jalan yang dia lewati sudah berubah dari kuning ke merah dan terlanjur berada di tengah masih bisa kita maklumi. Itu namanya telajak atau kebablasan.

Namun kalau dari arah jalan yang sejak tadi lampunya masih merah dan tak ada perubahan apa pun tentu menyebalkan. Belum lagi mereka suka ngotot jika bertemu pengendara lain yang berada di tengah. Padahal yang mereka pelototi itu sudah benar berkendaranya. Mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan dalam hal tersebut lampu sudah hijau yang menandakan dia dipersilakan melanjutkan perjalanan kembali.

Suami saya sering geram dengan orang yang seperti itu juga. Jadi dia sangat sangat sengaja memacu kendaraannya sampai akhirnya berdekatan dengan kendaraan yang nyelonong tersebut. Menghardiknya keras. Supaya mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu keliru.


Bagaimana Indonesia mau maju kalau pengendaranya saja tak mematuhi rambu-rambu lalu lintas?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan