Langsung ke konten utama

Nunok


Honeylizious.com – Masih ngomongin soal desa yang ada di Jawai. Baik Jawai atau Jawai Selatan. Tak begitu jauh kok jarak dua kecamatan itu. Mengingat rumah kami terletak di Matang Suri (Matang Terap) yang jaraknya ke Desa Dungun Laut hanya 10 menit menggunakan sepeda motor. Padahal beda kecamatan.

Bibi saya yang saya panggil Mak Cik tinggal di desa yang lumayan pelosok. Jalannya juga hancur. Becek dan nggak ada ojekkk...

Nama desanya Nunok. Saya tak tahu kapan tepatnya mereka tinggal di sana. Yang jelas sudah lama sekali. Waktu anaknya masih dua kalau tidak salah. Sekarang anaknya sudah empat. Bahkan anak sulungnya sudah duduk di kelas 1 SMP. Desa Nunok ini adalah desa yang paling lengkap sekolahnya sebelum akhirnya di Matang Suri berdiri SMP dan SMK.

Sewaktu masih berstatus bagian dari Jawai. Bukan pemekaran menjadi Jawai Selatan. SMP dan SMA di Nunok urutannya menjadi SMP 2 dan SMA 2. sekarang berubah menjadi SMP 1 dan SMA 1. Sedangkan SMP baru yang berdiri di dekat SD tempat Umak mengajar menjadi SMP 2. dulunya SMP itu belum ada. Mungkin karena kebutuhan sekolah semakin tinggi dan sekolah yang sudah ada tak mampu menampung lebih banyak murid lagi. Makanya sekolah baru bermunculan. Apalagi SMP 1 di Nunok jaraknya jauh dari Matang Suri. Jadinya banyak yang enggan sekolah di sana. Lebih banyak yang memilih sekolah di SMP Negeri 1 Dungun Laut seperti saya. Karena jalannya mulus dan lebih dekat. Berbeda dengan SMP di Nunok.


Semoga suatu saat saya mampir ke Nunok jalannya sudah berubah menjadi lebih mulus dibandingkan sekarang.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan