Langsung ke konten utama

My New Soulmate

Honeylizious.com - Selama ini menggunakan kartu Tri untuk bertelpon ria dengan orang tua di kampung sebab harganya yang sangat terjangkau. Cukup membayar 1.000 perak saja untuk satu jam. Padahal tarif kartu yang lain jauh lebih mahal. Biasa saya akan menghabiskan dua jam dan membayar 2.000 perak saja. Sudah bisa ngobrol puas dengan Umak di Jawai. Sayangnya tarif murah tak didukung oleh jaringan yang mumpuni. Beberapa tempat saja yang ada sinyal Tri di rumah. Bahkan jika ingin bertelpon ria, mau tidak mau harus naik ke tingkat atas atau loteng supaya mendapatkan sinyal yang baik.

Akhirnya, karena tergiur dengan iklan yang ada di televisi mengenai tarif soulmate Indosat yang hanya Rp10.000 setahun dan bisa menelpon sepuasnya, saya tentunya tergiur. Apalagi nih Indosat jaringannya bagus di Jawai. Begitu juga dengan Telkomsel. Makanya Umak sejak dulu menggunakan kartu As untuk bertelpon dan smsan. Namun tarif yang dikenakan Telkomsel memang kurang terjangkau untuk menelpon lama. Hanya sesekali saja bisa mendapatkan tarif yang lebih murah dari Kartu As. Apalagi Umak pelanggan Kartu As lama yang jarang mendapatkan tarif promo.

Pas mau daftar ternyata tarif Indosat Soulmate itu bisa didapatkan oleh pengguna kartu Im3 yang aktivasinya 1 November 2013. Saya yang pengguna lama ternyata tak kebagian tarif yang super murah ini. Tapi tak mengapa. Biar Umak saja yang mendaftarkan nomor saya sehingga dia bisa menelpon dengan tarif yang terjangkau. Apalagi kartu Im3 banyak mendapatkan bonus SMS. Jadinya bisa pula digunakan untuk mengirim pesan singkat ke orang lain apalagi yang menggunakan provider yang berbeda alias bukan Telkomsel.

Umak, my new soulmate.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan