Langsung ke konten utama

Mengisi Hari yang Kosong


Honeylizious.com – Sekarang tinggal dua hari lagi kesempatan untuk menyelesaikan semua tantangan ngeblog. Dua belas postingan sehari. Namun masih banyak hari yang tulisannya belum genap 12. Ada yang cuma satu ada pula yang sempat kosong. Liburan memang menyenangkan. Tetapi liburan di saat menantang diri sendiri untuk menulis sebanyak mungkin dalam sehari memang akan membuat liburan tersebut kurang nikmat.

Makanya saya tidak menyentuh internet dulu selama beberapa hari di sana kecuali di hari kedua. Sebab memang internet di smartphone sangat sulit untuk diakses. Berbeda dengan di Pontianak. Pake provider mana pun. Selelet apa pun tetap masih bisa digunakan. Setidaknya untuk menerima email dan whatsapp. Berbeda dengan di Jawai. Ketika lelet ya memang sama sekali tak bisa digunakan.

Bahkan kartu Tri yang saya gunakan untuk berinternet ria hanya akan bisa digunakan di lokasi tertentu dan sama sekali bukan di dalam rumah. Jadi banyak hal yang tertunda. Untungnya tak banyak pekerjaan yang berkaitan dengan internet yang harus saya selesaikan.


Sekarang tantangannya bertambah. Saya harus menyelesaikan lebih banyak tulisan dalam satu hari untuk menggenapkan hari yang kosong dan yang belum sampai 12 postingan di sana. Mau tidak mau. Sudah hampir menang dengan tantangan yang dibuat sendiri. Sayang jika harus menyerah sekarang. Apalagi di Pontianak internet sangat lancar. Tak ada alasan untuk menyerah dengan tantangan yang sudah saya buat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan