Langsung ke konten utama

Mendownload Game

Honeylizious.com - Anak-anak jaman sekarang memang lebih suka memainkan permainan digital dibandingkan bermain permainan tradisional seperti saya dulu. Saya ingat sekali bagaimana menyenangkannya bermain permainan tradisional bersama teman-teman masa kecil saya. Mulai dari masa-masa belum sekolah hingga akhirnya masuk sekolah dasar. Permainan yang menggunakan karet, gambar, atau kelereng selalu menjadi favorit. Bahkan walau hanya bermain sendirian di dalam rumah.

Sebab itulah sekarang saya mau tak mau harus menyenangkan mereka dengan mendownload game untuk smartphone yang saya bawa ke rumah. Ternyata saya lupa menginstall game offline di smartphone tersebut. Beberapa game online memang ada tapi tak bisa dimainkan. Sebab jaringan internet, terutama jaringan internet kartu Tri tak memungkinkan untuk bermain game. Paling hanya bisa digunakan untuk membalas whatsapp atau membaca email.

Jangankan menginstall game dari Playstore. Itu adalah hal yang sangat mustahil. Ingin mengisi pulsa saja tak bisa menggunakan Yahoo Messenger. Menyedihkan memang jaringan internet di sini walaupun sudah ada jaringan internet kabel dari Speedy yang ada di warnet yang menjadi satu-satunya pilihan bagi anak-anak yang ingin bermain game offline. Sambil menuliskan ini saya mengunduh game offline untuk android berbentuk file apk saja sehingga lebih mudah menginstallnya di smartphone saya. Ya saya akhirnya harus ke warnet untuk mengupdate blog lebih banyak.

Jadi selama berada di Jawai saya bisa membiarkan adik-adik saya untuk menggunakan smartphone saya untuk bermain game.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan