Langsung ke konten utama

Mari Menulis 300 Kata


Honeylizious.com – Sudah banyak postingan yang saya tulis dan jumlahnya selalu kurang dari 300 kata. Sekitaran 150-200 kata yang saya tulis untuk satu postingan. Tentu saja itu jumlah yang sedikit. Kurang untuk satu postingan yang biasanya saya buat beberapa bulan sebelumnya. Dulu waktu menulisnya tak perlu 12 post sehari memang saya bisa menulis lebih panjang. Bahkan bukan hanya 300 kata. Melainkan 500-600 kata.

Sekarang harus membuat komitmen dengan diri sendiri untuk menulis lebih panjang lagi. Latihan lebih keras lagi. Berusaha lebih cepat lagi mengetiknya. Bukan berpacu dengan orang lain. Ini seperti marathon sendirian dan berusaha mengalahkan kemampuan diri saya sebelumnya. Apa pun hadiahnya yang akan saya terima.

Sebenarnya kalau memang bisa merangkai ide dengan cepat di dalam kepala menulis 300-400 kata itu bukan hal yang sulit. Bahkan saya ingat betul, saya paling bisa menulis panjang kalau sedang kesal. Ada yang ingin saya tumpahkan. Ada emosi yang tertahan jika tak segera dikeluarkan. Dibandingkan menggunakan amarah untuk hal yang buruk memang saya lebih suka menyalurkannya pada komputer. Biarlah mereka yang menyadari betapa cepatnya saya mengetik. Kuatnya tekanan jari saya di tuts keyboard. Wajah saya yang menekuk.

Berbeda jika suasana hati biasa saja atau lebih tenang. Malah saya lebih lambat mengetiknya, cenderung santai dan menyelesaikan satu tulisan butuh waktu yang lebih lama. Jadi sekarang mulai rajin memeriksa jumlah kata dalam satu postingan yang diketik. Kalau kurang panjang akan ditambah dengan kalimat atau paragraf lagi biar lebih panjang.

Mau ada yang bisa menyelesaikan membacanya atau tidak bukan menjadi soal. Sebab pada akhirnya ketika kita dikejar deadline. Ingin menyelesaikan tantangan. Ada hutang menulis. Kita kemudian sadar bahwa kita tak peduli hal lain selain menyelesaikan semua tantangan tersebut. Menyelesaikan sebelum deadline. Kemudian juga membayar hutang tulisan yang kita buat. Tentu kita tak ingin menumpuk hutang tulisan. Apalagi yang menagihnya adalah diri kita sendiri.


Baiklah, sekarang sudah 300 kata. Bisa diposting :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan