Langsung ke konten utama

Jika Kamu Merasa Benar Lakukan Saja


Honeylizious.com – Ini bisa jadi sifat baik bisa pula jadi sifat buruk. Sebab apa yang menurut kita benar belum tentu benar di mata orang lain. Apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut orang lain. Tapi standar benar tidaknya rasanya cukuplah di mata Tuhan dan negara saja. Selama tak melanggar hukum negara dan agama dan kita merasa benar tak ada salahnya untuk melakukannya.

Sebab Tuhan adalah Dzat Maha Benar yang tahu betul apa yang baik dan buruk untuk umat-Nya bukan?

Begitu juga ketika saya menulis di blog. Jika menurut saya benar tentu saja akan saya tuliskan. Bahkan panjang lebar bersambung-sambung. Seperti itu. Walaupun bisa jadi akan menuai pro dan kontra di media sosial. Tapi bukankah hidup memang akan selalu begitu? Akan ada orang yang setuju dengan pendapat kita. Ada pula yang tidak. Tapi hidup bukan hanya tentang debat kusir yang tak ada ujungnya.

Jadi saat ada yang tak setuju dan menganggap apa yang kita tulis itu buruk, tidak perlu repot memberikan penjelasan panjang lebar untuk membela diri sendiri dan pendapat pribadi kita. Selama kita menuliskannya di blog sendiri tak akan ada yang bisa menghapusnya kecuali diri kita sendiri atau pemilik hosting yang kita tumpangi. Dalam hal ini tentu saja Google. Namun Google juga tak akan menghapus begitu saja tulisan kita. Sebab mereka sendiri juga punya aturan tertentu untuk menghapus tulisan yang ada di media mereka.


Jika kamu merasa benar lakukan saja. Saya orang yang seperti itu soalnya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan