15 Desember 2013

Janji (5)


Aku meneriakkan namamu dalam hati. Aku tahu dengan pasti kita dipertemukan dengan banyak alasan. Terlalu banyak alasan. Hingga akhirnya aku sendiri tak paham untuk apa kita bertemu hari itu. Mengapa aku tak bisa menahan langkahku sendiri untuk tak menemuimu secara personal tengah malam itu. Sudah larut tapi tetap saja aku datang.

Kamu mendesakku dengan rayuan yang tak bisa aku tolak dan aku memang ingin menemukan wajahmu lagi. Aku tak bisa lepas dari tatapan matamu yang teduh itu. Membuatku senang setiap kali mata kita bertabrakan. Percikan listrik itu menyengatku dan aku senang karenanya.

Janji untuk bertemu itu terus aku pegang. Entah kamu juga melakukan yang sama atau tidak aku tak pernah tahu. Sebab aku tak ingin menanyakannya padamu. Aku takut saat aku bertanya aku malah mendapatkan jawaban yang tak aku inginkan. Namun akan lebih menakutkan jika ternyata kamu memegang janji yang sama. Berarti kita harus sama-sama menepatinya untuk memenuhi harapan masing-masing.

Menikahlah denganku.”


Aku berharap suatu saat ketika kita memang dipertemukan kembali, kamu akan meminta hal yang satu ini padaku. Sebab aku ingin tak terpisah lagi darimu. Kamu yang membuatku percaya bahwa cinta sejati itu ada. Ada seseorang yang benar-benar membuat dadamu sesak karena rasa itu.

Related Posts

Janji (5)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.