Langsung ke konten utama

Janji (2)


Rinai hujan menunjukkan padaku bahwa Bumi Khatulistiwa ini pun bisa menjadi dingin dan membekukan tulang. Berkali-kali aku hanya bisa membuka lini masa twittermu. Membaca semua kicauan yang kamu tulis. Berharap kamu menyapaku lebih dulu. Berharap kamu mengucapkan selamat pagi padaku. Walaupun aku tahu itu tak mungkin kamu lakukan. Kamu berbeda. Sangat berbeda. Itu yang membuatku tergila-gila.

Kamu itu dimensi laki-laki yang tak pernah aku temui sebelumnya. Biasanya aku bertemu dengan laki-laki yang akan mengejarku habis-habisan atau meninggalkanku begitu saja. Kamu memang meninggalkanku tapi dengan sisa harapan yang membuatku menunggu.

Hari ini hari ulang tahunku. Dari pagi aku berharap akan ada kata selamat ulang tahun darimu. Meskipun dalam bahasamu pasti kamu akan mengatakan 'selamat hari jadi'. Semua orang, seisi lini masa tak henti-hentinya memberikan ucapan padaku. Sedangkan kamu berkicau tanpa menyadari kehadiranku.

Aku ragu dengan perasaanmu. Tapi aku yakin dengan perasaanku sendiri. Bahwa aku memang jatuh cinta padamu. Jatuh cinta sejak pertama kali aku makan satu meja denganmu waktu itu. Entah sekarang kamu mengingatnya atau tidak.

Selamat hari jadi.”

Kamu tahu, aku mengguncang dinding kamarku hari itu. Memeluk tembok dan berharap bisa berbicara dengan pintu dan mengatakan betapa bahagianya aku waktu itu. Waktu kamu mengingatnya akhirnya. Sudah hampir lewat waktunya tapi kamu mengingatnya dan menjadi orang yang terakhir mengucapkannya hari itu.


Lalu kita membuat janji untuk bertemu.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan