Langsung ke konten utama

Antara Jadwal Siaran dan Kelelahan


Honeylizious.com – Sejak dulu menjadi penyiar akan selalu menjadi cita-cita yang saya impikan dan sekarang alhamdulillah sudah kesampaian. Tak semua orang diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bisa mencapai impiannya bukan?

Namun setelah fokus menulis memang banyak waktu dihabiskan di depan komputer dan itu cukup melelahkan. Sebab deadline yang menunggu tentu tak bisa dimundurkan. Kalau jadwal siaran sendiri sih memang akan selalu saya penuhi sebab sejak awal sudah menyetujui jadwal tersebut sebagai jadwal siaran. Tetapi siaran program CAKRAWALA selama 4 jam dan sudah dapat dipastikan akan terlambat makan siang, memang melelahkan dan saya sering sekali masuk angin karena telat makan.

Malamnya ternyata, suami akan saya ganggu dalam keadaan tidak sadar dengan beragam igauan. Yap saya mengingau. Di dalam tidur saya akan mengeluh panjang lebar mengenai betapa lelahnya saya hari itu. Jadinya suami yang mengeluh pagi harinya karena tak bisa tidur. Terganggu dengan keluhan saya sepanjang malam. Padahal saya sendiri tidak menyadari saya berbicara selama saya tidur.

Berbeda kalau saya hanya kecapekan menulis seharian. Menyelesaikan semua deadline kemudian tertidur. Biasanya saya tidak akan mengigau dan itu membuat suami bisa tidur lebih nyaman di samping saya. Ternyata fisik saya memang tidak sekuat fisik orang lain yang bisa dipaksa bekerja keras. Fisik saya lebih manja dan sering sekali ambruk kalau terus dipaksakan bekerja.

Masih ingat dengan kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu? Saya kelelahan mengurus pernikahan, siaran, dan juga menulis. Akhirnya saya jatuh dari sepeda motor yang saya kendarai. Terseret beberapa meter. Untungnya hanya luka-luka kecil. Sekarang sudah normal kembali dan lukanya juga sudah sembuh. Alhamdulillah.


Itu buruknya kalau saya kelelahan. Tidak hanya berbahaya buat diri sendiri juga berbahaya buat diri orang lain.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan