Langsung ke konten utama

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (8) Jangan Lupa Bawa 10 Nyawa



Kalau memang ada rencana akan ke Kalimantan Barat, lalu mendatangi negara Malaysia atau Brunei melalui jalan darat yang terletak di wilayah timur Kalbar sebaiknya teman-teman membawa 10 nyawa untuk bekal di perjalanan. Mengapa saya katakan harus membawa 10 nyawa? Sepertinya gambar yang saya unggah di dalam postingan ini sudah cukup mewakili untuk menyatakan betapa hancurnya jalanan yang akan teman-teman lewati sebelum sampai di jalan mulusnya negara Malaysia atau Brunei.

Memalukan memang. Jalan negara kita yang tercinta ini masih hancur lebur seperti ini. Apalagi jalan ini adalah jalan internasional yang menghubungkan negara kita dengan dua negara lainnya. Jangankan berharap jalannya diperbaiki, jalan yang ini sama sekali terlihat seperti belum diaspal. Sebab tertimbun tanah sewaktu hujan turun. Tak terbayangkan bagaimana berbahayanya jalanan ini saat basah. Tapi jangan harap pula saat jalanan kering kita akan menjadi lebih baik. Sebab debunya ke mana-mana tak kalah bahaya buat pengendara.

Sekali lagi saya katakan bahwa ini jalan internasional yang menghubungkan negara Indonesia dengan Brunei dan Malaysia. Itu sebabnya saya bertanya-tanya, bagaimana kalau Kalimantan Barat jadi milik Malaysia saja. Kalau memang Indonesia tidak sanggup mengubah Kalimantan Barat menjadi lebih baik, mengapa harus terus dipertahankan? Kita tak perlu membandingkan jalanan ini dengan jalanan yang ada di seberang perbatasan. Begitu dekat. Tetapi begitu berbeda. Kita bandingkan saja dengan jalanan yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Ah kalau mengingat betapa dianaktirikannya Kalimantan Barat, sebagai warga Kalimantan Barat bingung juga apakah harus terus mencintai negara kita sendiri Indonesia atau berharap ada yang 'memungut dan mengadopsi' Kalimantan Barat. Menjadikannya 'anak asuh' di negara mereka. Kalimantan Barat tak butuh banyak. Hanya jalan. Jalan saja yang kami perlukan untuk kelangsungan provinsi kami di sini.

Kami tak meminta harga BBM diturunkan. Kami tak mengeluhkan harga BBM, bensin, yang bisa mencapai angka Rp12.000-Rp20.000/liternya di wilayah timur Kalimantan Barat. Bahkan masyarakat Kalimantan Barat yang kesulitan mendapatkan BBM rela BBM yang masuk wilayah mereka adalah BBM tanpa subsidi. Asalkan mereka tak sulit mendapatkannya seperti sekarang. Tapi jangankan mau mendapatkan BBM yang bersubsidi, minta BBM tanpa subsidi saja tak ada yang bisa mengirimkannya. Memang medan yang harus ditempuh untuk mendatangi wilayah timur Kalimantan Barat sangat berbahaya.


Pemerintah yang di atas sana. Apakah Kalimantan Barat memang bukan bagian dari Indonesia? Kalau memang bukan, lepaskan saja. Saya yakin masih banyak negara lain yang memiliki birokrasi yang tidak rumit mau membangun jalannya. Cukup jalannya saja.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan