Langsung ke konten utama

Udang Lada Hitam


Honeylizious.com – Pagi tadi satu di antara menunya adalah udang lada hitam. Sudah lama sekali tak makan udang dengan ukuran sebesar ini. Saya lupa kapan terakhir kalinya makan udang besar. Paling sering makannya kepiting sih. Apalagi mengingat terlalu banyak menu juga sulit menghabiskannya. Udang yang dimasak dengan lada hitam memang enak rasanya meskipun ada sensasi rasa pedas di mulut setelah memakannya. Apalagi menu yang lain juga ada cabainya.

Sebenarnya kalau memang boleh memilih saya lebih suka udang yang direbus dengan bawang merah, bawang putih, dan sedikit kunyit juga lengkuas. Lalu ada air cabai jeruknya sebagai cocolan. Tetapi karena memang tadi malam makanannya sudah dipesankan, saya sendiri hanya memilih kursi, mau tak mau makan sajalah semua menu yang tersedia di meja.

Ceritanya tadi malam memang ke Abang Kepiting lagi, makan kepiting lagi, namun ada beberapa tambahan menu yang waktu itu tidak kami pesan. Kami memesan terlalu banyak sepertinya. Sampai-sampai menghabiskannya saja tak sanggup. Jadi ada tiga menu yang kami bawa pulang untuk dipanaskan dan dimakan hari ini. Satu di antaranya adalah Udang Lada Hitam yang ukuran besarnya sedang.


Jadi ingat dengan bakwan udang buatan Uwan di kampung. Dia senang sekali bisa membuat bakwan udang yang terbuat dari campuran udang, tepung, dan telur. Bumbunya juga sederhana, kunyit, garam, bawang, dan penyedap rasa. Saat masih panas enak sekali untuk dinikmati. Sudah lama sekali tak merasakan masakan Uwan. Uwan juga sudah semakin menua. Ternyata waktu sedemikian cepat berlalu. Tak terasa.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan