Langsung ke konten utama

Tutu Dress


Kayaknya sekarang memang lagi musim banyak yang berdagang tutu dress. Saya sendiri bahkan tak sadar telah membelinya beberapa bulan yang lalu sebelum lebaran. Saya tak tahu itu sebenarnya tutu dress tetapi saya memang suka sekali dengan modelnya. Walaupun tak begitu mengembang seperti tutu yang dikenakan oleh penari balet. Tetapi memang dress tersebut terinspirasi dari roknya penari balet yang dilapisi dengan kain yang sedikit tembus pandang bagian luarnya.

Bagian dalam sendiri sudah ada pelindungnya yang membuat kaki kita tersembunyi. Kalau memang kurang nyaman dan merasa roknya terlalu tipis kita juga bisa mengenakan legging di bagian dalam. Tutu dress sangat lucu jika dikenakan oleh anak-anak. Kalau tahu dua anak yang terkenal dengan tutu dressnya, Sophia Grace and Rosie pasti tahu sekali bagaimana bentuk tutu dress yang dikenakan keduanya.

Terlihat seperti dua puteri yang cantik. Apalagi mereka mengenakan tiara kala bepergian. Sangat lucu. Walaupun saya sendiri tidak akan seribet itu untuk mengenakan tutu dress. Tetapi tutu dress kayaknya menjadi satu di antara banyak dress yang wajib dimiliki oleh perempuan yang suka dengan sisi ‘cute’ dirinya. Selain ingin belajar membuat dress tentu saja saya ingin sekali membuat tutu dress limited edition karya saya sendiri.

Setidaknya bisa dikenakan oleh anak saya nanti kalau tutu dressnya terlalu lucu untuk saya kenakan sendiri. Saya menemukan banyak sekali tutorial membuat tutu dress di internet yang bisa dijadikan acuan untuk membuat tutu dress yang saya inginkan. Ah banyak sekali yang ingin saya lakukan dan pelajari dalam waktu yang singkat setiap harinya.

Belajar membuat sesuatu yang masuk kategori ‘prakarya’ memang menyenangkan. Apalagi kalau merupakan pakaian dan dress. Dulu masih ingat sekali waktu kecil saya suka membuatkan pakaian untuk boneka barbie milik saya. Termasuk memodel-modelkan rambutnya supaya terlihat lebih cantik jelita.


Kamu suka tutu dress?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan