Langsung ke konten utama

Ternyata Masuk 10 Besar


Honeylizious.com – Antara percaya dan tidak sebenarnya. Setelah mendapati nama saya tadi pagi di 50 nominasi pemenang Tulis Nusantara kategori fiksi ternyata masuk lagi menjadi 10 finalis Tulis Nusantara kategori fiksi untuk cerpen. Padahal masuk 50 besar saja rasanya sudah sangat menyenangkan. Cerpen yang ditulis dengan tekacar ganyah (buru-buru, red). Jam-jam menuju penutupan ternyata bisa masuk juga.

Terharu sih. Mungkin karena banyak orang yang mendoakan sekarang. Umak dan Mamak. Doa dua orang ibu sekaligus memang manjur sekali. Saingan semakin berat sekarang. Sebab finalis yang masuk pasti punya karya yang bagus-bagus. Saya masih harus banyak berlatih untuk mematangkan tulisan saya sendiri. Walaupun di sisi lain rasanya senang bisa membawa nama Pontianak di Tulis Nusantara.

Awalnya perwakilan dari Pontianak yang masuk 50 besar ada dua orang. Saya dan Mardian. Mardian ini memang suka menulis. Dulunya kami satu kampus dan dia junior saya di program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Sekarang hanya bisa berdoa semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagi karya saya tersebut. Apa pun hasilnya. Mau menang atau kalah pasti itu yang terbaik untuk saya dan tulisan saya.


Masih banyak lomba lain yang bisa dimenangkan kalau memang yang ini hanya masuk 10 besar. Buat yang tidak masuk nominasi jangan berkecil hati. Juri juga manusia. :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan