Langsung ke konten utama

Tempat yang Tepat untuk Bulan Madu


Cieee ngomongnya udah bulan madu aja. But, mau tidak mau, memang habis pernikahan akan ada yang namanya 'bulan madu'. Mengapa disebut sebagai bulan madu? Karena manisnya awet kali ya? Soalnya hitungan bulan di awal pernikahan memang banyak pasangan akan merasakan indahnya kehidupan sebagai pasangan suami istri.

Kalau ditanyakan pada semua orang yang ada di dunia ini yang memang belum menikah dan sangat suka traveling dan bepergian ke mana pun yang mereka suka, akan banyak sekali jawaban mengenai tempat yang tepat buat bulan madu. Di mana? Kapan? Bawa dana berapa? Tempat wisatanya apa saja yang wajib dikunjungi? Makanan apa yang seharusnya kita cicipi di sana.

Tetapi kemudian, ketika kita benar-benar sudah menikah, kita akan menyadari bulan madu sejatinya bukan di mana kita berada. Melainkan dengan siapa kita berada di tempat tersebut. Jadi sekarang, padahal beberapa waktu sebelumnya merasa bahwa wajib mengunjungi 5 pulau kecil yang ada di Kalimantan Barat sekarang malah baik-baik saja setelah mengunjungi Sintang.


Semuanya terasa indah. Di mana pun itu saat berada di dekat pasangan kita. Itu bedanya saat ditanya pilihan bulan madu sebelum menikah dan sesudahnya. Barangkali tak semua orang memiliki pendapat yang sama. Semua orang boleh punya pilihannya masing-masing. Namun sekarang saya hanya bisa mengatakan tempat bulan madu yang tepat hanya di Pontianak. Sebab suami hanya mendapat cuti setengah dari cuti yang saya dapatkan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan