Langsung ke konten utama

Sintang Trip (8) Bukit Rentap


Sebelum tiba di Bukit Kelam ada bukit yang lebih kecil yang bisa kita lihat. Namanya Bukit Rentap. Sesuai dengan informasi dari Putra, demikian namanya. Semoga dia memang benar mengenai nama bukit tersebut. Sebenarnya sebelum menemukan Bukit Rentap ini, banyak sekali tempat-tempat yang terdapat batu yang serupa dengan batu raksasa yang menjadi Bukit Kelam. Memang ukurannya jauh sekali bedanya. Tak ada yang bisa mengalahkan ukuran Bukit Kelam di sekitar Sintang.

Tetapi dari warna banyak sekali batu yang memiliki warna yang serupa dengan batu Bukit Kelam. Bukit Kelam sendiri merupakan sebongkah batu raksasa. Melihatnya dari dekat sebenarnya membuat saya sedikit merinding. Sebab ukurannya yang sangat besar. Aneh rasanya hanya disebut bukjt. Harusnya disebut sebagai gunung dengan ukuran yang sedemikian. Dari jarak puluhan kilo meter saja Bukit Kelam ini sudah sangat jelas.

Berbeda dengan Bukit Rentap yang terlihat sangat kecil dibandingkan dengan Bukit Kelam. Tetapi pemandangan di sekitarnya juga membuat sejuk mata yang memandang. Saat melihat keindangan pemandangannya membuat lelah dan haus yang saya rasakan menjadi terbayar. Sebab kami memang datang ke sini dengan mengendarai sepeda motor saja. Dengan pelindung helm di kepala. Sisanya terbakar matahari dan saya merasa kulit kami menjadi lebih gelap selama seminggu di Sintang.


Tubuh lelah karena sepanjang perjalanan kami banyak sekali bertemu dengan lubang dan lumpur yang membuat aspal menjadi licin. Beberapa kali sepeda motor yang kami kendarai hampir tumbang dibuatnya. Untungnya kami bisa pergi dan pulang dalam keadaan selamat dan sempat mengabadikan beberapa lokasi yang ada di Sintang, Kalimantan Barat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma