Langsung ke konten utama

Sintang Trip (1)


Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya mendatangi Sintang. Dulu, beberapa tahun yang lalu sebenarnya saya pernah mendatangi tanah yang terdapat Bukit Kelam ini sendirian. Kali ini saya tak lagi berangkat ke daerah hulu ini sendiri. Sebab sekarang sudah ada Putra yang membawa saya ke sini untuk mengunjungi keluarga besarnya yang memang adanya di sini.

Malam tadi, sekitar pukul 7 malam kami berangkat dengan naik bus Borneo. Bus ini mengingatkan pada bus yang pernah saya tumpangi beberapa tahun yang lalu saat saya memutuskan untuk naik bus dari Jogja ke Jakarta. Memang waktu itu sudah taka da pilihan lain selain naik bus. Kalau teman-teman ingat, tahun 2009 lalu saya nekad datang ke Jogja sendirian. Lalu saat pulang menyadari bahwa ongkos pulang semakin menipis. Naik bus yang termurah dibandingkan naik kereta dan pesawat di akhir pekan.

Busnya serupa dengan bus yang pernah saya tumpangi dulu itu. Sama-sama memiliki AC di dalamnya dan tarifnya terjangkau. Khusus untuk penumpang dari Pontianak ke Sintang tarifnya 135.000/orang. Naik sekitar 25.000 dibandingkan saat naik damri beberapa tahun yang lalu. Saya masih ingat dengan baik tarif ke Sintang dulunya 110.000/penumpang. Kalau punya uang lebih sebenarnya bisa saja kami naik pesawat. Tetapi harga tiket pesawatnya memang lebih mahal dibandingkan tiket ke Jakarta. Jadi pilihan terbaik memang naik bus AC.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan