Langsung ke konten utama

Selamat Hari Bakwan Sedunia


Honeylizious.com – Bakwan adalah satu di antara banyak panganan yang pernah meninggalkan jejak yang sangat jelas di dalam hidup saya. Saya ingat sekali bakwan yang paling enak yang pernah saya makan dengan udang segar yang digunakan untuk bagian atasnya. Bambu yang digunakan untuk menusuk bakwan tersebut dan meniriskan minyaknya dari bakwan. Bakwan yang dulu saya lihat digoreng menggunakan tungku tradisional. Masih menggunakan tempurung kelapa.

Bakwan itu dulunya adalah dagangan saya waktu masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap bakwan dihargai Rp50. Saya mendapatkan Rp10 sebagai upah untuk setiap bakwan yang laku. Sesuai dengan harga pasaran, komisi yang saya dapatkan adalah 20%.

Tadi siang saya membuat bakwan bersama Kak Cik. Sedikit berbeda dengan bakwan yang biasanya kami buat di rumah. Di rumah kami tak pernah mencampurkan jagung di dalam adonan bakwan tersebut. Paling sering hanya kacang panjang, kangkung, daun bawang, daun sop, dan bagian atasnya ada udang segar seekor. Nah kalau bakwan yang tadi saya buat menggunakan udang kering yang kecil-kecil di bagian atasnya.

Udang di Pontianak memang harganya mahal. Berbeda dengan di Jawai. Harga udang cenderung stabil dan naik turunnya tak begitu drastis. Pontianak sendiri memang bukan daerah yang banyak pantainya. Bukan Pantai Utara. Sedikit berbeda bakwannya. Tetapi yang menyenangkan adalah bisa menikmatinya beramai-ramai bersama keluarga. :')

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan