Langsung ke konten utama

Review Kuliner: Kepiting Saus Padang di Abang Kepiting


Berburu makanan laut, istilah kerennya sea food memang menjadi hal yang sangat menyenangkan. Apalagi membayangkan lezatnya hewan laut yang sudah dimasak dengan berbagai bumbu yang memberikan cita rasa lebih enak lagi pada bahan makanan tersebut. Paling mengundang selera buat saya sih memang kepiting dan udang. Tapi kali ini udang tidak dipesan karena banyak sekali makanan laut yang sudah terhidang di depan kami.

Sejak kecil makan makanan laut memang hal yang biasa buat saya. Setiap hari saya akan menemukan beragam makanan laut yang dimasak nenek. Kadang udang, kadang ikan, kadang kepiting. Kalau kepiting paling sering cuma direbus dengan bawang dan sedikit bumbu. Lalu dicocol ke kecap yang sudah diberi cabai dan jeruk sambal. Itu rasanya sudah sedap sekali.

Dapat dibayangkan jika kepiting yang masih segar. Dagingnya masih manis. Bahkan sebelum dimasak kepitingnya masih bergerak dengan lincah yang menandakan dia masih sehat walafiat. Kepiting seperti ini memang paling enak untuk dijadikan santapan makan malam. Apalagi kalau kepitingnya banyak telurnya. Itu jauh lebih nikmat.

Tadi malam kami singgah ke sebuah tempat makan yang terkenal di Pontianak. Letaknya di belakang jalan yang menuju ke Hotel Aston. Tepat di persimpangan. Kalau ke kiri kita akan ke Hotel Transera. Nah Abang Kepiting ini belok ke kanan. Jadi buat yang sedang berada di Jalan Gajahmada dan bingung ingin makan apa dan di mana bisa mampir ke Abang Kepiting.

Di sini pengunjungnya ramai sekali. Beruntung jika bisa menemukan meja yang masih kosong. Jangan takut makanan yang kita pesan akan lama baru siap. Sebab tadi malam tak sampai 15 menit, sekitar 12-13 menit semua makanan yang kami pesan terhidang di meja. Selain kepiting saus padang kami juga memesan kerang, cah kailan spesial, bun tahu spesial, ikan bawal bakar, dan beberapa minuman hangat.


Menu sebanyak itu dan mereka bisa menyiapkannya hanya dalam waktu kurang dari 15 menit. Cepat sekali bukan? Jangan heran saat datang ke sini kita akan melihat halaman depannya yang sudah serupa dengan pasar ikan. Sebab banyak sekali jenis makanan laut yang dipamerkan di depan untuk dipilih pengunjung. Siap dengan timbangan, abang-abang yang berada di depan akan melayani kita. Pilih, timbang, catat, dan silakan pilih mau dimasak seperti apa makanan lautnya. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan