Langsung ke konten utama

Rawat Wajah dengan Madu


Mendapatkan madu yang berkualitas baik dan yang paling penting asli memang sekarang bukan hal yang mudah. Sebab banyak sekali orang yang ingin mendapatkan madu yang benar-benar asli tersebut. Belum lagi kalau kebanyakan orang menggantungkan hasil madu dari hutan. Jadi bukan lebah yang diternak. Walaupun banyak juga peternak lebah yang membudidayakan lebah untuk mendapatkan madu dengan kualitas yang baik.

Keaslian madu sebenarnya bisa dicek dengan cara yang sangat gampang. Paling mudah adalah dengan memasukkannya ke kulkas untuk membuat es atau freezer. Kalau ternyata madu di dalam botol tersebut membeku dapat dipastikan kualitasnya kurang baik. Lebih buruk lagi, madu tersebut palsu. Sebab madu yang asli tidak akan membeku di dalam freezer. Nah kalau ada bagian yang membeku dan sebagian besarnya tidak membeku belum tentu madunya palsu. Sebab ada madu yang memang tercampur, bukan sengaja dicampur, dengan air. Bisa jadi pada saat memeras sarang lebah yang mengandung air.

Apalagi saat musim penghujan. Syukur-syukur masih bisa mendapatkan madu yang asli. Madu yang asli selain bisa digunakan untuk menjaga kesehatan, dengan cara meminumnya sesendok makan setiap pagi, bisa juga digunakan untuk merawat wajah. Terutama wajah yang berjerawat atau keriput. Bisa digunakan sebagai masker setelah dipanaskan. Cara memanaskannya juga sangat mudah. Panaskan di atas api lilin, madunya ditempatkan di dalam sendok makan. Setelah agak hangat, jangan terlalu panas, nanti bisa luka bakar, oleskan ke muka dan leher. Biarkan 15-20 menit atau kalau suka lebih lama juga tak masalah, tapi takutnya meleleh dan menempel ke tempat-tempat yang tak diinginkan. Bilas dengan air dingin.


Sekarang rencananya saya akan merawat wajah dengan madu. Soalnya kemarin pulang dari Sintang membawa dua botol madu asli dari hutan. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan