Langsung ke konten utama

Putus Cinta Bunuh Diri Saja?


Honeylizious.com – Ada-ada saja berita di televisi. Ini bukan berita pertama mengenai orang yang putus cinta atau cintanya ditolak, pokoknya berkaitan dengan patah hati, yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Biasanya sih memang dengan memanjat tower. Tower apa saja akan dipanjat dan tentunya niatnya terjun ke bawah. Supaya langsung mati.

Kita memang tidak akan tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang akan bunuh diri tersebut. Sampai-sampai putus asa sedemikian parahnya dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Tapi pernahkah mereka memikirkan jika saat terjun nanti dan sampai di tanah ternyata mereka tidak mati? Bagaimana kalau hanya patah tulang? Keseleo? Ini kan hanya menambah masalah baru.

Kalau memang ingin bunuh diri kenapa harus pakai drama-drama memanjat tempat yang tinggi sih? Lagian putus cinta cari yang barulah. Namanya juga orang sudah tak cinta lagi. Perempuan nggak hanya dia. Laki-laki juga bukan dia seorang. Masih bejibun orang yang tak punya pasangan di dunia ini.


Memang kadang kita lupa untuk mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan dan lebih menderita hanya karena mendapat sebuah cobaan. Semua orang pernah putus asa tapi ada yang bisa bangkit dari keputusasaannya dan ada pula yang malah semakin jatuh ke dalamnya. Balik lagi ke kita deh kalau mau putus asa dan bunuh diri. Tapi ingat buat yang beragama Islam. Orang yang bunuh diri langsung masuk neraka lo. Amal kebaikan yang sudah kita buat lenyap begitu saja. Ibarat perlombaan kita didiskualifikasi dan tentu saja tidak akan mendapat nomor di dalam pertandingan tersebut.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan