Langsung ke konten utama

Peserta Gowes Asik-nya Menangis (1)


Panas-panasan menunggu undian dicabut dan berharap bisa mendapatkan satu hadiah saja. Hadiah kecil pun tak mengapa. Kalau sepupu saya tadi sih menginginkan sepeda atau kulkas saja. Tapi sudah menjadi pengalaman kami yang kesekian memang, tak mendapatkan hadiah dari pencabutan kupon undian gowes tersebut.

Oh iya, informasi saja buat teman-teman. Hari ini, tadi pagi tepatnya, acara gowes dilaksanakan di 22 kota secara serentak dan memecahkan pula rekor muri sebagai pengaktifan paket internet terbanyak secara serentak. Saya yang memang mendapatkan kupon undian gratis karena menang kuis di facebook bersama suami hanya iseng datang ke GOR untuk menyerahkan kupon undian kami yang sudah ditulisi nomor Telkomsel yang baru sebagai syarat untuk ikut serta dalam pengundian tersebut.

Paling seru dan bikin deg-degan sih memang pas pengundian terakhir yang merupakan hadiah utamanya. Tidak tanggung-tanggung hadiah utamanya sebuah rumah tipe 45. Sebenarnya mau tipe berapa pun di mana pun kalau yang namanya sebuah rumah pasti menggiurkan banyak orang. Namun ada kisah yang cukup bikin sedih juga dari seorang peserta yang seharusnya mendapatkan hadiah utama tersebut.

Persyaratan dari panitia sih sebenarnya setiap nomor yang diikutsertakan dalam undian harus dalam keadaan aktif dan membeli paket internet harian, persyaratan ini sudah tertulis jelas di semua kupon undian yang dipegang oleh peserta gowes. Itu saja sebenarnya. Hari ini saya belajar satu hal, bahwa dalam hidup kita tak boleh tamak. Saya sendiri sih memang selalu menggunakan satu nomor saja untuk ikut serta dalam pengundian ini. Berbeda dengan orang-orang yang ingin memperbesar kemungkinan menangnya dengan membeli lebih banyak kupon dan tentu saja berimbas pada banyak nomor yang seharusnya diaktifkan.

Awalnya panitia sudah mencabut sebuah nomor undian dan ternyata orangnya tidak ada di tempat. Banyangkan, padahal orang tersebut memenangkan hadiah utama tetapi karena orangnya dipanggil tidak ada makanya langsung dibatalkan setelah tiga kali pemanggilan. Saat nomor pertama disebutkan banyak peserta yang kecewa sebenarnya. Sudah banyak yang berbalik dan ingin pulang saja. Pembawa acara sempat menahan dan mengatakan kalau peserta yang seharusnya menang itu tidak ada di lokasi acara maka mau tidak mau kemenangannya dibatalkan. Mendengar hal tersebut banyak peserta pun menunggu lagi.


Cerita bersambung ke postingan berikutnya....

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan