Langsung ke konten utama

Pengen Kamera DSLR


Untuk kegiatan ngeblog sebenarnya kamera yang saya miliki sekarang sudah lebih dari cukup hanya untuk mengabadikan hal-hal sekitar. Namun tentu saja kualitasnya jauh dari indah. Hanya sekadar mengabadikan. Setidaknya masih bisa dilihat oleh teman-teman yang berkunjung ke blog ini.

Kalau memang ada rezeki lebih nantinya ada keinginan untuk membeli sebuah kamera DSLR yang bisa mendukung kegiatan ngeblog saya. Setidaknya berfungsi pula nantinya untuk menjepret dagangan sehingga lebih jelas dan tentunya jauh lebih menarik dibandingkan dengan hasil jepretan yang sekarang. Walaupun sebenarnya dibutuhkan keterampilan untuk menghasilkan foto yang bagus. Sambil belajarlah ya.

Saya sendiri tak begitu paham mengenai kamera. Saat melihat orang menggunakan kamera besar yang berwarna hitam bagi saya itu sudah cukup menggiurkan. Walaupun kalau ditanya apakah saya memiliki impian untuk menjadi fotografer? Sebenarnya tidak. Sebab memang saya menyukai fotografi karena menurut saya itu menyenangkan. Bukan ingin menjadikannya profesi. Saya hanya ingin mendapatkan foto yang lebih indah dibandingkan yang sekarang dengan kamera yang lebih baik.

Sekarang memang saya hanya bisa menuliskannya di blog ini dan berharap nantinya memang akan ada rezeki lebih untuk membeli sebuah kamera DSLR. Buat pecinta fotografi dan ingin menjadi fotografer barangkali tak akan sayang menghabiskan semua tabungannya untuk membeli sebuah kamera profesional. Sedangkan ibu rumah tangga seperti saya. Memang kadang suka mikir mendingan uangnya ditabung buat biaya melahirkan, insyaAllah jika Allah berkehendak memberikan kami rezeki berupa anak.


Pengen sih kamera DSLR.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan