Langsung ke konten utama

Pembunuhan di Pemangkat, Kalimantan Barat (2)

Baca cerita sebelumnya di sini.
Penghuni rumah tersebut jumlahnya 8 orang. Tapi pada hari naas tersebut penghuninya bertambah 1 orang karena ada sanak keluarganya yang masih berstatus mahasiswa ingin liburan di rumah mereka. Mahasiswa ini juga menjadi korban pembunuhan. Bagian menariknya sih sebenarnya korban satu-satunya yang selamat dari amukan pelaku yang membabi-buta membunuh 5 orang yang ada di rumah tersebut.

Anak usia 3 tahun yang selamat itu bersembunyi saat kejadian. Tapi saya sendiri tak tahu bersembunyi di mana. Awal mulanya sekitar pukul 5, ini berdasarkan cerita sepupu saya, karena saya sendiri tak kuat membaca beritanya di koran dan melihat foto korban yang bermandikan darah. Seharusnya orang koran paham betul bahwa masyarakat ingin tahu informasi tapi tak sevulgar itu, bukan semua orang pecinta film slacer. Apalagi ini bukan film. Melainkan kisah nyata.

Pukul 5 pagi tiga orang penghuni pergi ke pasar. Tersisa 6 orang yang ada di rumah termasuk mahasiswa yang baru datang untuk liburan di rumah tersebut dan anak kecil yang berusia 3 tahun. Kejadiannya dua hari yang lalu kalau tidak keliru adik sepupu saya mengingatnya. Entah bagaimana ceritanya anak kecil berusia 3 tahun tersebut bisa bersembunyi dan selamat dari amukan pelaku yang sudah seperti kemasukan setan lalu menghabisi 5 nyawa pagi itu.

Setelah itulah mereka baru merampok seisi rumah. Tapi hanya Tuhan, pelaku, dan korbanlah yang benar-benar tahu bagaimana kejadian sebenarnya. Saat mendengar cerita ini saya merasa ini serupa dengan film. Seakan-akan tidak nyata. Tapi benar adanya. Jadinya cukup menyeramkan ya?


Pesan moralnya sih jangan menghina orang yang memiliki kekurangan seperti tuna wicara, tuna rungu, dan tuna yang lainnya. Eh bukan hanya yang memiliki kekurangan seperti itu sih. Tapi semua manusia di dunia ini. Sebab mereka juga manusia sama seperti kita yang ingin dihargai. Kalau mereka kalap ya bisa fatal akibatnya.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan