Langsung ke konten utama

Mereka yang Kusebut Keluarga (3)



Honeylizious.com – Masa-masa kumpul seperti ini memang menjadi ajang saya untuk mengenal lebih dekat keluarga Putra. Sebab saya sendiri baru tahu urutan saudara suami saya dengan benar tadi sore. Banyak hal yang memang tidak saya ketahui tentang keluarganya. Bahkan tentang suami saya sendiri belum banyak yang saya pahami. Masih banyak hal yang harus kami cocokkan bersama. Supaya pernikahan ini terus berlanjut hingga tutup usia.

Sebelumnya memang saya tak banyak membantu proses pembuatan rujak. Malahan lebih banyak memakan buah yang sudah dipotong-potong. Memang saya suka sekali dengan rujak. Apalagi ada banyak nanas di dalamnya. Untungnya tidak hanya rujak yang akan dibuat untuk makan-makan akhir pekan tersebut. Ada banyak tepung yang menunggu untuk dibuat bakawan. Bakwan dengan udang kering di atasnya.

Karena tadinya tak membantu mengupas buah atau memotong-motongnya, saya memutuskan untuk membantu menggoreng bakwan saja. Itu pun lebih pada bagian membalik dan mengangkat bakwan yang sudah matang. Sebab bagian memasukkan adonan ke cetakan bakwan dilakukan oleh Kak Cik. Kakak bungsu Putra dan sekarang juga menjadi kakak bungsu saya. Seharusnya kakak perempuannya yang lebih sering kami panggil 'Cik' ini menjadi anak bungsu di keluarganya. Namun karena Putra lahir 5 tahun kemudian, status bungsu pun jatuh ke tangan Putra. Walaupun sebenarnya dia tetap menjadi kakak perempuan bungsu di keluarga.

Nah sambil membantu membuat bakwan itulah saya mengorek informasi kecil yang belum saya ketahui seperti urutan 5 kakaknya dari yang pertama sampai yang terakhir. Memang sebelumnya Putra tak pernah menceritakan secara detail urutan kakaknya ini. Terdengar sepele. Tapi sebenarnya perlu juga untuk dibahas. Sebab saya buta kayu masalah keluarganya.


Mereka yang kusebut keluarga. :')

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma