Langsung ke konten utama

Mengurus Diri Sendiri




Sepertinya ada banyak hal yang harus dibenahi dalam kehidupan kita masing-masing. Paling utama adalah mengurus kehidupan kita sendiri dibandingkan sibuk mengorek-ngorek kehidupan orang lain. Itu satu hal yang harus saya pelajari lebih dalam lagi. Karena entah mengapa masih banyak sekali orang yang sibuk dengan kehidupan orang lain dan menjadikannya bahan untuk mencerca dan memaki. Namun saat menjadi bahan cercaan saya mengerti bahwa itu adalah bagian dari kehidupan dan di sanalah Tuhan membuatkan lading bagi orang yang mau bersabar.

Bersabar dengan fitnah dan cercaan yang menerpa. Selama itu tidak benar cukuplah berlalu dari semua cercaan itu. Awalnya memang terasa sakit untuk bersabar saja. Kita manusia biasa. Kita pasti ada keinginan, walaupun sekecil debu, ingin membalas perlakukan buruk dari orang yang memaki dan mencaci kita. Namun saat kesabaran it uterus kita latih, lama-lama kita akan terbiasa untuk tidak memperdulikan apa yang orang lain katakana dan melangkah dengan kehidupan kita. Karena saat kita terlalu memperdulikan apa yang orang lain katakana kita akan lupa untuk maju. Kita akan menghentikan langkah hanya untuk mendengar apa yang dia katakana.

Tak ada satu orang pun yang benar-benar tahu tentang kehidupan kita sendiri dibandingkan orang lain kecuali kita sendiri. Tak ada yang bisa menilainya kecuali Tuhan. Berbahagialah dengan cara kita masing-masing. Sebab kita berhak untuk bahagia. Buat yang masih sibuk mengurus kehidupan orang lain, cobalah mulai sekarang untuk mengurus kehidupan sendiri. Sebab belum tentu kehidupanmu yang tak pernah kamu urus itu jauh lebih baik dari kehidupan orang yang terus kamu korek-korek.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan