Langsung ke konten utama

Membuat Bros Hijab Polkadot


Mendapatkan tambahan bahan lagi di rumah. Baju polkadot yang sobek ternyata tak perlu dibuang atau dijadikan kain lap. Bisa dimanfaatkan untuk membuat barang yang lebih indah. Tentu saja sesuai judulnya yang saya buat adalah bros. Dari pakaian yang saya gunting saya rasa saya bisa membuat paling tidak selusin bros untuk kerudung atau hijab.

Membuatnya juga tidak sesulit bros yang saya jadikan hadiah buat teman-teman di luar Kalimantan Barat yang ingin dikirimi undangan pernikahan kami. Sebab bros yang itu lebih capek menggunting dan membuat pola untuk setiap kelopak bunga brosnya. Sebab yang ini hanya membutuhkan satu potongan kain yang panjang. Cukup dijahit jelujur dan ditarik untuk mengerutkannya dan membuatnya menjadi bulat seperti bunga.

Bahan kain yang lembut dan tipis akan lebih cantik lagi. Apalagi kalau teman-teman punya kain sisa membuat tutu dress atau rok tutu untuk anak di rumah. Akan lebih lucu dengan kain yang agak transparan seperti itu. Tapi kalau memang tak punya bahan dan hanya ada kain-kain dari pakaian yang sudah kekecilan atau sobek memang sebaiknya digunakan untuk membuat bros. Dibandingkan harus membeli bros di pasaran dan takutnya malah samaan dengan orang lain. Mendingan bikin sendiri dan modifikasi seperti yang kita mau.


Membuatnya juga tidak butuh waktu yang lama. Palingan 5 menit sudah jadi kok satu bros. Jadi dalam satu jam bisa membuat banyak sekali bros cantik seperti bunga ini. Selamat mencoba ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma