Langsung ke konten utama

Kegiatan Pagi Hari


Sekarang sudah punya rutinitas pagi yang akan saya jalani hingga tua nanti. InsyaAllah, semoga Allah memberikan kami usia yang panjang dan bisa menjalani kehidupan sebagai suami istri lebih lama. Sekarang setiap bangun pagi yang dilakukan sebelum suami berangkat kerja tentu saja adalah membuatkan secangkir teh untuknya. Sepiring sarapan juga. Setelah itu mencuci piring. Sambil beres-beres rumah. Saya pikir saya butuh pembantu untuk melakukan itu semua. Ternyata tidak juga.

Saat dijalani dengan tenang semuanya menjadi hal yang biasa saja. Tak ada yang memberatkan. Kalau suami sudah berangkat kerja barulah saya ngeblog sambil memasak nasi. Nanti siang baru menyiapkan lauk dan sayurnya. Sebab saya ingin masakan saya tetap hangat saat suami pulang. Dulunya saya suka menunda untuk mandi pagi. Sekarang sepertinya menyenangkan bisa mandi lebih pagi dan menulis, jadinya lebih segar dan inspirasi lebih banyak masuk ke kepala. Bisa dituliskan lagi ke dalam blog.

Kekhawatiran nenek terlalu berlebihan mengenai kemampuan saya menjadi seorang istri. Dia terlalu berpatokan pada diri saya yang dulu duduk di bangku SD dan SMP. Memang waktu duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama dulu saya bukanlah perempuan yang bisa diandalkan untuk menjadi istri. Tetapi saat saya duduk di bangku SMA dan kuliah saya sudah belajar banyak bagaimana caranya hidup mandiri sebagai anak rantau yang jauh dari orang tua.

Awalnya memang saya tak bisa masak. Tapi lama-lama bisa juga karena terbiasa memasak di rumah. Kalau ada yang berpikir saya tidak akan mampu membereskan rumah karena saya jarang beres-beres saat berada di kontrakan atau kos. Itu kan dulu. Setiap orang saya rasa bisa berubah. Jangan menilai seseorang akan selamanya sama seperti yang kita kenal bertahun-tahun di belakang. Bisa jadi dia sudah berubah menjadi seseorang yang tak pernah kita sangka sebelumnya.


Kalau memang bisa berada di rumah lebih lama saya senang sekali bisa mengerjakan pekerjaan rumah sambil menyelesaikan tulisan-tulisan saya. Ini kegiatan pagi hari saya. Bagaimana dengan kegiatan pagi harimu?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan