Langsung ke konten utama

Jualan Hijab Lagi?


Sudah banyak sih yang menjual hijab di sosial media dan banyak pula yang muncul dan tenggelam. Berputar seperti roda. Kalau bicara soal dagang hijab sebenarnya sudah saya jalani bertahun-tahun yang lalu. Sempat banyak sekali yang order tetapi pada akhirnya karena kesibukan banyak yang tak terselesaikan. Akhirnya saya memutuskan berhenti waktu itu. Apalagi ketika sudah semakin banyak yang berjualan hijab.

Kali ini saya akan membuat hijab untuk diri sendiri saya. Sebab saya membuat hijab yang tak biasa. Kalau dilihat di pasaran banyak yang menjual hijab dengan bahan chiffon atau paris bahkan satin. Sedangkan saya sedang mencoba membuat hijab berbahan kain batik khas Kalimantan Barat. Sebenarnya sih saya memutuskan untuk membuat sendiri selain untuk mendapatkan desain yang tak ada duanya karena saya ingin memangkas harga yang harus saya bayar untuk kebutuhan fashion. Apalagi sekarang sudah punya suami dan sudah harus memikirkan tabungan buat masa depan anak yang semoga akan segera hadir di antara kami. Amien.

Membuat trend sendiri memang menyenangkan. Saat orang lain mengikuti arus trend fashion kita mencoba membuat trend fashion sendiri dan beruntunglah kalau trend yang kita buat tidak termakan usia. Tetapi memang sih kalau kita melawan arus biasanya tak bisa diukur ketinggalan jaman atau tidak. Sebab tak ada pengukurnya. Mengikuti trend saja tidak. :)


Pengen sih jualan hijab lagi tapi belum terlalu dipikirkan kapan saatnya. Sebab sekarang mau belajar menjahir rok maxi dan hijab buat diri sendiri saja.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan