Langsung ke konten utama

Jadi Seorang Istri


Sekarang masak-memasak merupakan pembelajaran kehidupan yang panjang. Sebab tak semua perempuan lahir sebagai koki yang handal. Namun buat perempuan yang mau belajar semua hal tersebut bukan hal yang menyulitkan. Bukankah di dunia ini kita memang harus belajar untuk menguasai sesuatu. Ada yang belajar lebih keras dibandingkan orang lain dan menjadi orang yang ahli di dalam hal yang dia pelajari tersebut. Sama juga dengan menulis. Siapa yang berlatih lebih banyak dibandingkan orang lain tentunya akan lebih banyak mengalami peningkatan pula.

Kali ini ingin berbagi dengan teman-teman yang baru memulai akan menguasai dapur sebagai seorang istri. Tentunya buat istri pemula yang belum menjadi koki yang handal, apalagi yang sudah terlalu lama menjadi anak kos seperti saya, kadang kebingungan pula memilih menu makanan buat suami. Selain ingin selalu memberikan makanan favoritnya di meja makan. Bagaimana kalau makanan favoritnya bukanlah makanan yang gampang dibuat? Itu juga masalah lainnya yang harus dihadai selain menyesuaikan diri untuk membereskan rumah setiap pagi, ngeblog, menghibur diri, istirahat, dan menyiapkan pakaian bersih di lemari.

Kalau tidak berpikir bahwa semua ini adalah ibadah terbesar untuk setiap perempuan di muka bumi, saya rasa saya lebih memilih untuk mencari asisten rumah tangga, setidaknya untuk membereskan rumah dan mencuci pakaian. Termasuk melipatnya. Untungnya saat kelelahan menjalani segalanya sekaligus dalam sehari saya selalu berhasil menghibur diri untuk tersenyum kembali dengan mengatakan ini ibadah yang bisa saya lalukan disamping ibadah wajib lainnya.

Sebenarnya saya siap melepaskan pekerjaan di luar rumah kalau memang suami menginginkan saya berada di rumah 24 jam. Saya sendiri juga memang perempuan yang sangat menikmati bisa berada di rumah. Menghadapi komputer dengan layanan internet yang mumpuni. Bagi saya mencari rezeki tak perlu kok harus menghabiskan banyak waktu produktif sebagai seorang istri di luar rumah. Sayang sekali bukan jika kita melalaikan tugas sebagai seorang istri yang banyak sekali manfaatnya buat kelangsungan rumah tangga hanya untuk mendapatkan uang yang sebenarnya masih bisa kita dapatkan dengan cara yang lain di dalam rumah.


Inilah rasanya menjadi istri. Melelahkan tapi menyenangkan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan