Langsung ke konten utama

Ini (Bukan) Tentang Traveling


Pernikahan kami memang baru seumur jagung. Masih sibuk mencocokkan diri satu sama lain. Kadang bersilang pendapat mengenai sesuatu. Tentu ada yang harus mengalah. Kalau memang memungkinkan saya lebih suka menjadi pihak yang mengalah saja dan membuat pasangan senang.

Baru-baru ini kami habis keliling Kota Sintang. Selain hasilnya saya menjadi lebih gemuk dan kulit menjadi lebih gelap, kebetulan di Sintang memang lebih panas dibandingkan di Pontianak, saya akhirnya mengerti satu hal. Satu hal mengenai esensi traveling. Dulu saya pikir saya akan senang bisa keliling dunia, bisa mengunjungi negara-negara yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Melihat benda-benda yang asing. Bertemu orang-orang yang baru.

Sekarang ternyata ada satu hal yang juah lebih penting dibandingkan itu semua. Bahkan di mana pun, kapan pun, traveling itu, paling penting bukan tempatnya, bukan makanannya, bukan orang-orang asingnya, tetapi seseorang yang menemani kita ke sana. Sintang menjadi tempat pertama yang rasanya sangat indah untuk dikunjungi. Walaupun harus menggadaikan nyawa selama belasan jam saat melewati jalanan wilayah timur Kalimantan Barat yang hancur lebur. Meskipun selama di sana panasnya gila-gilaan. Namun saat melihat orang selalu mendampingi saya saat berada di sana, itu jauh lebih dari cukup untuk sebuah liburan.


Jadi tulisan ini bukan tentang traveling sebenarnya. Tapi tentang dengan siapa kamu akan melakukan travelingmu berikutnya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma