Langsung ke konten utama

I Love Her


Perempuan yang sekarang paling aku cintai tentu saja diriku sendiri. Tapi bertahun-tahun yang lalu, barangkali ada orang yang memiliki pemikiran yang sama, diri ini adalah orang yang sangat membenci dirinya sendiri. Rasanya ada yang keliru dengan lahir menjadi dirinya. Berharap menjadi orang lain. Melihat betapa beruntungnya perempuan lain yang sepertinya lebih beruntung. Lebih bahagia. Mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan dalam kehidupannya.

Berbeda dengan dirinya yang seakan-akan sulit sekali mendapatkan apa yang dia inginkan. Begitu banyak kesulitan yang dia lewati dan belum tentu dia akan mendapatkan apa yang dia impikan tersebut. Namun baru sekarang 'perempuan' yang belasan bahkan puluhan tahun yang lalu itu menyadari dengan baik bahwa tak ada kehidupan yang benar-benar sempurna. Tak ada 'perempuan' yang terlahir sebagai bidadari di surga.

Setiap kehidupan ada masalahnya. Bukan hanya kehidupan yang dia jalani. Kehidupan yang aku jalani terasa berat sebab aku yang menjalaninya. Aku tak menjalani kehidupan orang lain. Itu sebabnya kadang aku berpikir bahwa kehidupanku yang paling berat. Bahwa kehidupanku yang paling penuh penderitaan. Padahal setiap kehidupan ada masalahnya masing-masing. Tidak akan ada satu orang pun yang hidup di dunia ini tanpa masalah jika memang dia memiliki impian di dalam kehidupannya.

Menjadi diriku yang sekarang, menjadi orang yang sekarang menuliskan ini, akhirnya aku menyadari bahwa aku sangat mencintai diriku yang sebelumnya, sekarang, dan tentunya di masa depan. Sebab aku berjuang untuk menjadi orang yang menjalani kehidupan yang ini sebagai seorang Rohani Syawaliah. Menjadi apa pun diriku sekarang. Perjuangan belum selesai.

Membenci diri sendiri itu melelahkan dan tak akan pernah ada habisnya. Tak ada orang yang benar-benar bahagia tanpa penderitaan di dunia ini. Sebab kebahagiaan selalu diikuti oleh derita. Seperti sekeping uang logam yang memiliki dua sisi. Jika kita ingin memiliki uang tersebut, kita harus mengambil kedua sisinya. Tak akan bisa hanya satu bagian saja yang dengan egoisnya kita ambil.


Berbahagialah menjadi dirimu sendiri sebab kamu telah berhasil melewati banyak hal untuk menjadi diri yang sekarang kamu miliki.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan