Langsung ke konten utama

Honeymoon Episode 2 Ditunda


Ini susahnya kerja di tempat yang tak ada liburnya seperti suami saya. Saya sendiri pun sebenarnya kerja di tempat yang serupa. Sama-sama tak mengenal hari libur atau tanggal merah. Mau tanggal merah, hari Minggu, hari besar, atau apa pun yang terjadi di luar sana tetap saja radio mengudara. Tetapi memang menyenangkannya kerja seperti saya, saya bisa meminta cuti lebih panjang dibandingkan suami.

Jadinya bulan madunya hanya sekitar semingguan. Sisanya saya sekarang menghabiskan cuti di rumah menyiapkan kebutuhan suami. Padahal sebenarnya sudah merencanakan tiga tempat yang ingin kami kunjungi. Sebenarnya dua sih dari saya. Sebab Bali bukan menjadi tempat utama buat liburan atau bulan madu bagi saya. Saya malah lebih ingin keliling Kalimantan Barat dan menghabiskan waktu menyelam di pinggir pulau.

Dua tempat tersebut yang rencananya akan kami kunjungi setelah Sintang adalah Banjarmasin dan Lombok. Mengapa Banjarmasin? Sepertinya selalu saya ceritakan bahwa Abah saya memang lahir dan dewasa di Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Berdarah Banjar. Keluarga besar Abah saya juga di sana. Jadi ingin bulan madu di sana sambil mengunjungi kerabat yang tentunya ingin mengenal lebih dekat suami saya. Apalagi saya anak yang pertama menikah di keluarga besar kami.

Lombok juga ingin saya kunjungi karena banyak sekali tempat-tempat yang dipamerkan teman-teman yang sudah mampir ke sana dan terlihat indah. Walaupun saya tahu pulau-pulau kecil di Kalimantan Barat, seperti Lemukutan, Penibung, Randayan, juga memiliki keindahan tersendiri dan saya juga belum pernah ke sana sama sekali.


Eh ternyata ujung-ujungnya, jangankan Bali yang diinginkan suami, Banjarmasin saja belum sempat dikunjungi karena jadwal kerjanya yang padat sekali.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma