Langsung ke konten utama

Hidup adalah Pembelajaran


Barangkali jika kita mendapatkan kesempatan untuk bertemu lagi. Aku hanya akan menatapmu dalam diam. Berbeda dengan saat pertama kali bertemu denganmu. Melihat alismu yang menaungi mata sipitmu. Tinggi tubuhmu. Masih kuingat hingga sekarang. Kalau ditanya apakah kemudian aku terluka dengan keadaan yang ternyata membuat kita tak mungkin menyatu lagi. Kamu kecewa lantaran aku memilih jalan yang lebih dekat?

Ah hidup hanya proses pembelajaran yang panjang. Kita sama-sama belajar. Belajar untuk melepaskan sesuatu yang kita inginkan untuk sesuatu yang ternyata lebih kita butuhkan. Aku pikir kamu dan aku juga sudah cukup dewasa untuk mengambil langkah masing-masing tanpa menanyakan lebih dulu. Seperti kita berjalan di jalan yang sama untuk beberapa saat. Kemudian kita bertemu di jalan yang penuh dengan persimpangan. Kamu tak perlu bertanya padaku simpang jalan mana yang akan kamu pilih sebagai langkahmu selanjutnya sebab kemudian aku juga tak akan bertanya padamu bolehkah aku melanjutkan jalanku di simpang yang sekarang aku jalani.

Kita punya pilihan masing-masing. Selalu ada pilihan untuk kesempatan yang datang. Lalu aku memilih untuk mendapatkan apa yang aku butuhkan di diri orang lain. Pada lengan yang lain. Pada bahu yang berbeda. Kamu harus percaya bahwa suatu hari kamu akan menemukan bidadari yang membuatmu mau belajar untuk mencinta. Kemudian siap untuk sesuatu yang lebih 'settle down'. Membangun kehidupan rumah tangga.

Kita bisa salah melangkah kadang di dalam hidup ini. Tapi pembelajaran tak akan membawa kita pada kebenaran jika kita tak pernah tahu bagian mana yang membuatnya disebut sebagai kesalahan. Untuk kamu yang sekarang entah memikirkanku atau tidak. Untuk kamu yang pernah singgah di dalam kehidupanku dalam sekejap mata. Untuk kamu yang membuat aku pernah berbicara dengan tembok dan hampir memeluk tembok bisu itu hanya karena kamu membalas pesanku.


Kamu pernah membuatku terlihat sebagai orang gila untuk sesaat. Aku tak menyebutnya sebagai cinta karena rasanya aku akan mencintai orang yang aku miliki. Sedangkan untuk orang yang tak pernah menjadi milikku, aku hanya akan menyebutnya sebagai sebuah kenanga. Iya kamu yang kemudian menjadi bait-bait kenangan dalam setiap doa yang aku panjatkan. Buat kamu yang ada di sana. Akankah kita bertemu lagi. Bercanda. Mengingat masa lalu sambil menggendong anak kita masing-masing?

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan