Langsung ke konten utama

Galaxy Express (Bagian 9)

Aku menarik tanganku yang sejak tadi dipegang oleh tukang cat itu. Sekarang mataku menatap gambar yang tersaji di depan mataku. Cahaya matahari pagi yang mulai terang membuat mataku silau. Tapi aku tahu betul wajah siapa yang ada di sana. Semua orang akan menganggap itu wajahku. Namun sebuah nama yang tertulis di sana bukan namaku. Jika kita mundur beberapa langkah, gambar yang tergambar di sana, sudah selesai pada akhirnya, akan lebih utuh. Semua orang akan melihat wajahku. Tentu saja itu terlihat seperti wajahnya. Sebab ada orang lain yang punya wajah yang serupa denganku.

Sisca, I love you.”

Tulisan di bawah wajah itu membuatku lemas. Rasanya ada yang menusuk jantungku. Sakit. Hingga ke bagian terdalamnya. Ternyata dia menyukai Sisca. Untuk apa sekarang dia mengajakku ke sini? Untuk menilai hasil lukisannya bagus atau tidak? Sejak kapan Sisca mengenalnya?

Bagaimana? Kamu suka?”

Kenapa tanyanya sama aku?”

Aku menahan air mataku. Aku menyukainya sejak pertama melihatnya di kereta waktu itu. Sekarang aku harus menerima kenyataan kalau dia mencintai orang lain. Lebih menyakitkannya orang lain itu Sisca. Perempuan yang lebih sempurna dariku. Hanya rupa yang tak jauh berbeda. Aku tidak heran jika dia lebih memilih Sisca. Namun tak adakah cara yang lebih menyakitkan untuk menyakitiku yang bisa dia pilih? Setidaknya jangan melukis wajah yang aku miliki dengan nama yang berbeda dengan ukuran yang sangat besar di dinding sebuah bangunan.

Tanya saja sama Sisca.”


Air mataku benar-benar jatuh saat aku berbalik dan berlari meninggalkannya. Apakah dia menatap punggungku yang semakin menjauh dari belakang? Aku tak tahu. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan