Langsung ke konten utama

Galaxy Express (Bagian 8)

GalaxyExpress (Bagian 6)
GalaxyExpress (Bagian 7)



Aku tercenung di depan jendela kereta Galaxy Express. Memikirkan ucapan Renno tadi malam. Bingung bagaimana akan bersikap di depan Rita yang secara jelas mengatakan tentang perasaannya padaku. Aku sendiri? Secara diam-diam bingung dengan keadaan yang menjebakku. Kalau bisa aku ingin menghilang sejenak dari bumi dan memikirkan semuanya baik-baik. Tanpa ada tekanan dari siapa pun. Napas panjangku mungkin terdengar seisi kereta. Benar-benar panjang tarikannya.

Bukumu jatuh.”

Tangan yang penuh cat terulur ke arahku. Memberikan sebuah buku kepadaku. Ragu-ragu aku menerimanya. Buku itu masih baru. Sangat baru. Rasanya buku yang asing. Aku mengangkat kepalaku dan menemukan wajah tukang cat yang selalu ingin kulihat di dalam Galaxy Express ini. Kami bertatapan beberapa detik hingga akhirnya dia tersenyum dan memamerkan gigi putihnya dan sebentuk lesung pipi di kiri wajahnya. Mempesona.

Bukan bukuku.”

Aku mendorong buku itu ke arahnya.

Bukumu.”

Hari ini aku tidak membawa buku apa pun kok. Lagi pula ini memang bukan bukuku. Tidak mungkin aku lupa dengan bukuku sendiri.”

Kamu bisa bicara sepanjang itu?”

Aku terdiam sejenak setelah menyadari mengeluarkan banyak sekali kata untuk orang yang tak kutahu namanya ini.

Biasanya kamu hanya bicara sepotong-sepotong.”

Jangan mengalihkan pembicaraan. Ini bukan bukuku.”

Untukmu.”

Untukku?” Aku mengerutkan dahiku bingung.

Hadiah dariku. Kamu suka sekali membaca buku kan?”

Tapi...”

Bacalah dan tersenyumlah.”

Lagi-lagi semua orang memintaku untuk tersenyum. Salahkah memiliki wajah yang murung?

Terima kasih.”

Hari ini ikutlah denganku, ada yang ingin kutunjukkan padamu.”

Maaf, tidak bisa. Aku harus kerja.”

Sebentar saja.”

Tapi...”

Ayolah, kamu tidak akan bisa bekerja dengan wajah seperti itu.”

Tapi hanya sebentar kan?”

Sebentar kok. Kamu boleh pulang setelah melihatnya.”

Galaxy Express itu berhenti di stasiun yang kami tuju. Aku mengikuti langkahnya yang besar-besar. Jalannya lumayan cepat. Aku setengah berlari mengikutinya. Dia masih saja tersenyum dengan manisnya. Bingung harus bagaimana. Dia memang bukan orang asing sebab aku melihatnya setiap hari mampir ke toko roti tempatku bekerja. Tapi dia juga bukan orang yang aku kenal sebab namanya sama sekali belum dia sebut.

Bersemangatlah!”


Kali ini dia harus menarik tanganku. Debaran jantungku tak menentu. Dia mengajakku ke mana?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma