Langsung ke konten utama

Finally: Fyuuuhhhh (3)

Dua gelas kopi untuk pengantin wanita. Masuk angin biasanya bisa saya hadapi dengan meminum segelas kopi kalau memang sudah tidak tahan lagi dan biasanya untuk kasus-kasus khusus. Seperti tidak bisa merebahkan badan dan minum obat untuk menghilangkan sakit kepalanya. Jadinya saya duduk di pelaminan sibuk meminta keponakan suami saya untuk menyiapkan segelas kopi.

Awalnya memang segelas. Setelah itu tambah lagi satu gelas. Kepala saya pusing sekali. Tetapi saya tidak bisa meninggalkan pelaminan karena memang resepsi sudah berjalan dan hari kemarin itu adalah hari pernikahan kami. Undangan sudah datang. Pagar ayu sudah sibuk di meja yang dijaganya masing-masing. Kemudian makanan juga tersaji di sana.

Ngomong-ngomong soal makanan nih ya. Sebenarnya makanan yang kami siapkan sejak awal hanya dua dalam perencanaan. Lalu menjadi tiga ketika dirembukkan kembali. Awalnya hanya nasi lengkap dan bakso. Kemudian bertambah satu menu lagi. Bubor Paddas. Makanan khas Kabupaten Sambas yang juga di luar Kalimantan Barat terkenal sebagai makanan khas Pontianak. Maklum Sambas bukanlah ibukota Kalimantan Barat. Wajar jika Bubor Paddas lebih dikenal sebagai makanan khas Pontianak. Namun di Kalimantan Barat sendiri orang akan menyebutnya sebagai makanan khas Sambas.

Bubor Paddas dipilih karena memang menu yang satu ini lebih mudah dibuat. Setelah bumbu rahasianya dimasak. Tinggal masukan sayuran. Tambahannya hanya ikan teri dan kacang goreng. Lalu karena takut makanan kurang, ditambah satu menu lagi. Korket dan sop kikil. Padahal awalnya hanya dua menu untuk tamu undangan. Malah berubah menjadi empat macam saat hari H. Buah sendiri awalnya hanya akan disiapkan jeruk. Tetapi karena lagi-lagi takut buahnya kurang, pihak suami membuat sate buah. Sedangkan jeruk didatangkan langsung dari kampung.


Terdengar sangat melelahkan? Jangan tanya lagi.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma