Langsung ke konten utama

Finally: Fyuuuhhhh (2)



Pagi itu saya menemukan ekspresi yang sangat aneh di wajah Putra, suami saya. Sehari sebelumnya dia demam panas. Wajahnya sedikit pucat. Sebab memang hari Jumat itu, tanggal 31 Oktober, Abah saya akan datang untuk melancarkan proses pernikahan kami. Tentunya kami membutuhkannya sebagai wali. Putra dilanda cemas. Dia bingung karena sebelumnya belum pernah berhadapan dengan situasi yang seperti ini. Ya ini memang pernikahan kami untuk pertama kalinya. Semoga untuk yang terakhir juga.

Dia demam dan terbaring begitu saja di tempat tidur. Sehari sebelumnya lagi saya yang masuk angin dan muntah-muntah. Tetapi sepertinya karena memang saya telat makan sehingga membuat perut saya kosong dan diisi angin. Kepala pusing dan migrain melanda saya berjam-jam. Sampai malam. Malamnya lebih aneh lagi. Saya bertemu dengan 'Dia yang Cantik'. Pukul 2 dini hari. Suasana yang cukup menyeramkan dan banyak yang mengatakan barangkali itu adalah roh Putri Junjung Buih.

Wajar saja semua orang mengatakan demikian sebab kami berdua memiliki darah Banjar yang mengalir di dalam tubuh kami. Jadi darah Banjar yang saya dapatkan dari Abah akan terus mengalir ke anak cucu kami nantinya.

Putra pagi itu sudah mandi pagi-pagi. Setelah saya mandi dia juga segera mandi. Wajahnya masih aneh meskipun dia tak lagi demam sebab sudah bertemu dengan Abah dan melihat betapa ramahnya orang tua saya. Dia lumayan tenang setelah bertemu dan berkenalan dengan Abah. Cukup siap untuk menghadapi tantangan selanjutnya. Akad nikah. Mengucapkan ijab kabul. Meresmikan hubungan kami ke jenjang yang lebih tinggi. Suami istri.


Dia mengenakan setelan berwarna biru. Sedangkan saya mengenakan kebaya Melayu kreasi dengan banyak sekali pernak-perniknya. Termasuk Jamang. Sakit sekali rasanya kepala saya yang memang beberapa hari yang lalu sempat terserang migrain. Saat menuliskan ini saya sudah lebih tenang dan kepala saya tidak sepusing kemarin. Apalagi sekarang saya makannya lebih teratur tidak seperti kemarin yang sempat telat makan dikarenakan sibuk akad nikah dan berdandan. Sampai lupa makan pagi. Jadinya masuk angin juga. Beruntung tubuh saya cukup kuat menahan beban menerima tamu resepsi hingga selesai. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan