Langsung ke konten utama

Finally: Fyuuuhhhh (1)


Setelah mengikuti berbagai tradisi yang lumayan melelahkan. Sebenarnya sangat melelahkan. Terutama hari akad nikah dan resepsi yang memang dijadikan satu hari. Jadi akad nikahnya dilaksanakan pukul 8.30 pagi. Tepat pukul 8.33 lewat beberapa detik para saksi mengatakan sah. Alhamdulillah.

Pagi itu saya bangun pukul 4.30 pagi. Sebab setelah salat subuh saya pikir para penghias pengantin akan datang untuk mendandani saya. Termasuk membantu mengenakan pakaian pengantin yang beragam pernak-perniknya. Sebenarnya sanngat mengantuk sebab malamnya saya tidur larut sekali. Selain karena teman-temannya, suami saya, duh menuliskan kata 'suami saya' saja rasanya masih cukup aneh, banyak yang datang dan memberikan ucapan selamat sebelum akad nikah dilaksanakan.

Malam sebelum akad nikah saya memang menginap di rumah sang calon suami. Bahkan beberapa malam sebelumnya. Sebab saya dipingit di rumahnya. Tidak memungkinkan bagi kami untuk dipingit di rumah masing-masing yang memang jaraknya berjauhan. Ratusan kilo meter dan terpisah oleh bentangan lautan sebelum akhirnya bisa tiba di kampung saya.

Jadinya semuanya dilaksanakan di rumah sang calon mempelai pria untuk memudahkan semua perkara. Lagipula keluarga saya yang datang tidak begitu ramai sehingga lebih baik memang dilaksakan di pihak laki-laki saja. Sehingga lebih memudahkan keluarga pihak laki-laki untuk datang dan membantu acara dari pranikah, akad nikah, dan resepsi.


Beruntung pihak laki-laki memiliki sebuah keluarga besar yang bisa diandalkan. Kami tidak membutuhkan orang luar untuk membantu semua acara kecuali untuk memasang pelaminan dan mendandani pengantin. Sebab itu akan sangat membutuhkan keahlian seorang perias pengantin supaya hasilnya maksimal. Namanya juga sekali seumur hidup. Pasti kepengen pernikahannya sempurna. Walaupun saya bukan orang yang terobsesi untuk mendapatkan segala sesuatunya yang 'sempurna'. Namun bagi saya semuanya sudah sempurna, sesuai dengan yang saya harapkan. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan