Langsung ke konten utama

Bun Tahu di Abang Kepiting


Masih bicara soal menu yang saya makan beberapa hari yang lalu di Abang Kepiting. Kebetulan makannya banyak sekali waktu itu. Nah sayurnya selain cah kailan juga memesan bun tahu. Biasanya sebenarnya saya memesan sapo tahu yang dimasak dengan makanan laut. Seperti udang dan bakso.

Ternyata ada tahu yang lain yang belum pernah saya coba. Yaitu bun tahu. Karena bun tahunya hanya satu pilihan, bun tahu spesial, jadilah memesan menu tersebut yang satu porsinya dihargai Rp22.000/porsi. Memang satu porsinya tak sebanyak sapo tahu yang biasanya saya makan di warung makan di depan pasar Flamboyan lama, Jl Gajahmada. Teman-teman barangkali sudah lupa dengan warung makanan laut favorit saya tersebut. Miliknya Aa' Heri yang memang dinamai sesuai dengan nama beliau. Warung Aa' Heri, namanya.

Bun tahu spesial milik Abang Kepiting sesuai dengan menu yang lainnya, rasanya enak banget. Walaupun tidak ada unsur pedasnya, tetap saja lezat. Apalagi kepiting yang kami pesan waktu itu sudah pedas. Belum lagi kerang rebus yang disajikan dengan semangkuk kecil sambal hijau yang dicampur dengan jeruk. Jadi bau amis kerangnya tak begitu terasa karena terkena asam jeruk tersebut. Walaupun sebenarnya saya tak begitu masalah dengan bau amis kerang segarnya.

Bun tahunya tak begitu berbeda sebenarnya dengan sapo tahu. Cuma bun tahu itu seperti sudah digoreng, jadi bagian luarnya kecoklatan sedangkan sapo tahu putih bersih mirip dengan puding susu. Kalau ditanya tahu yang mana yang lebih saya suka? Sebenarnya saya suka segala jenis tahu. Paling favorit waktu kecil sih tahu yang dibikin oleh orang tua teman saya yang tinggal di Desa Matang Suri, Jawai Selatan. Dulunya tahu di warung tersebut sangat terkenal. Selain menjual dalam bentuk mentahnya kita juga bisa membeli tahu yang sudah digoreng. Satu tahu dipotong menjadi 9 potongan kecil seperti dadu. Mirip dengan tahu Singkawang. Warga Kalimantan Barat pasti tahu benar tahu yang saya maksud.


Mau tahu tentang tahu Singkawang? Nanti saya buatkan di tulisan berikutnya!

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan