Langsung ke konten utama

Berburu Resep Masakan


Sekarang menjadi koki utama di rumah mau tidak mau harus dijalani. Tentunya harus tahu banyak mengenai resep masakan. Untungnya sekarang ini tak sulit menemukan resep yang kita inginkan di internet. Bahkan berbentuk video juga sudah banyak sekali di Youtube.

Dulu waktu melihat Umak di rumah yang suka mencatat resep masakan yang dia temukan di koran atau majalah ke sebuah buku tulis yang hingga sekarang masih dia gunakan sebagai catatan resep masakan, saya ingin tertawa. Saya pikir ngapain repot-repot begitu. Kadang Umak juga menggunting resep masakan tersebut dari koran atau majalah. Ternyata sekarang saya orang yang akan menjadi 'orang yang pernah saya tertawakan tersebut'. Saya akan berada di posisi yang sama.

Mencari resep. Mencetaknya ke lembaran kertas. Menyimpannya di folder kertas yang sudah saya siapkan. Hingga nantinya akan menjadi sebuah buku resep masakan yang akan saya kuasai semuanya. Jadi kuliner yang akan menghiasi blog ini pada akhirnya adalah masakan saya sendiri. Mulai dari yang baru saya pelajari hingga yang sudah mahir saya kuasai.

Tadi malam untuk pertama kalinya saya benar-benar memasak sebagai seorang istri. Selama ini saya hanya memasak nasi lalu membeli sayur dan lauknya di warung dekat rumah. Bahkan sempat juga hanya memasak indomie kuah buat suami. Maklum baru pulang dari Sintang dna kami belum sempat berbelanja banyak. Kemarin sore akhirnya berbelanja lauk-pauk dan sayuran. Sekarang sudah diisi ke dalam kulkas.


Jadinya akan ada masakan coba-coba yang akan saya sajikan. Sambil berburu resep masakan di blog orang. Punya resep yang ingin dicobakan ke dapur saya? Tinggalkan komentar di bawah postingan ini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan