Langsung ke konten utama

Belajar Membuat Dress


Yuk belajar membuat dress!

Sepertinya memang saya harus belajar membuat dress. Sebab banyak sekali model pakaian yang saya inginkan di dunia ini dan terkadang untuk memilikinya butuh uang yang tak sedikit. Padahal saya ingin sekali punya pakaian tersebut dan membuka sebuah usaha butik online dengan hasil jahitan saya. Hmmm sepertinya rumah baru saya nanti akan membutuhkan sebuah mesin jahit. Mesin jahit listrik akan terasa menyenangkan untuk dimiliki.

Balik lagi ngomongin soal dress yang saya suka. Saya banyak sekali menyukai dress yang dikenakan oleh Taylor Swift. Contohnya seperti gambar dalam postingan ini. Ah warnanya dan modelnya keren sekali. Sepertinya tidak terlalu rumit untuk dibuat. Namun kemampuan saya membuat pola memang belum pernah dites. Seumur hidup saya tak pernah belajar membuat pola pakaian apalagi benar-benar membuat polanya. Tapi tentu saja itu bukan sesuatu yang sulit selama kita mau belajar.

Saya yakin akan banyak sekali video tutorial membuat pola pakaian terutamanya dress. Tinggal mencari bahan dan membuatnya menjadi seperti yang kita inginkan.  Itu sebabnya memang saya sulit bertahan berjam-jam di ruangan ber-AC dan menjadi seorang ‘karyawan’. Sebab banyak sekali hal yang ingin saya pelajari selain bertugas menjadi seorang karyawan kantoran.

Hari-hari akan menjadi menyenangkan apabila bisa mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya bukan menjadi keterampilan kita. kalau hanya menjahit tak perlu lagi saya pelajari sebab saya sudah menggunakan mesin jahit sejak bertahun-tahun yang lalu. Itu hal yang sangat gampang dibandingkan membuat pola pakaian.

Membuat dress sendiri untuk dikenakan juga membuat dress kita akan berbeda dari semua dress yang ada di muka bumi ini. Kecuali kita sendiri berusaha ‘menyontek’ desain orang lain dengan bahan yang serupa. Ah tapi kalau samaannya dengan artis akan sangat menyenangkan kali ya? Hahahaha...

Saya suka sekali dengan dress selutut yang bisa dikenakan dengan nyaman tanpa takut ada bagian belakang yang mengintip saat kita bergerak ke sana kemari. Sepatu yang lucu juga bisa jadi tambahan untuk melengkapkan penampilan kita. walaupun saya juga tak bisa melupakan bagaimana menyenangkannya terlihat lebih anggun dengan dress panjang hingga kaki.

Belajar membuat dress adalah target saya selanjutnya saat saya sudah menjadi seorang istri. Apalagi kalau nanti memiliki anak perempuan. Bisa sekalian belajar membuat dress untuknya. Wah rasanya sudah tidak sabar menjadi seorang ibu yang bisa membuat dress untuk dirinya sendiri dan juga untuk buah hatinya. Adarencana juga sih mau buka usaha menjadi seorang desainer dress. Jadi tetap menjadi perempuan yang menghasilkan uang dari rumah. Tak perlu duduk di depan meja kerja di sebuah kantor dari pagi hingga sore dan meninggalkan keluarga dengan asisten rumah tangga.

Saya tidak ingin menjadi perempuan yang itu. Saya ingin berada di rumah dan menjadi istri lalu ibu siaga. Siap melayani suami dan anak-anaknya. Ah saya ingin sekali belajar membuat dress sendiri. Sudah beberapa kali saya memesan dress pada seorang teman yang harus menunggu sedemikian lama untuk penyelesaiannya. Saya memang bukan tukang jahit tapi kadang saya bingung, apakah memang butuh waktu sedemikian panjang untuk menyelesaikan sebuah pakaian?


Makanya lebih baik membuat sendiri saja. Selain tidak keluar biaya untuk penjahitnya, kita juga bisa menentukan sendiri kapan akan menyelesaikannya. Kamu bisa bikin dress sendiri juga?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan