Langsung ke konten utama

Ada Semur Lezat di Resepsiku


Biasanya orang akan lebih sering menemukan rendang daging dibandingkan semur daging pada pesta pernikahan. Saya sendiri tidak begitu paham mengapa orang banyak sekali yang menyediakan makanan yang satu ini untuk pesta pernikahannya. Apakah karena memesan makanan dari luar tanpa perlu memasak sendiri? Saya kurang tahu. Bukan cerita baru kalau rendang daging yang ada di pesta pernikahan orang kadang kala dagingnya keras tak terkira.

Jadi sejak awal sudah diwanti-wanti oleh Putra di rumah orang tuanya. Jangan sampai ada rendang daging yang keras saat pesta pernikahan kami. Saya sendiri sebenarnya akan jauh lebih suka jika tidak perlu menyediakan rendang. Akan lebih baik jika disediakan semur saja. Namun karena saya tak mau banyak permintaan saya tidak pula mengharuskan ibu mertua saya memasak semur. Saya hanya mengatakan betapa lezatnya semur yang dia buat. Memang lezat dan saya memuji dengan benar. Bukan berarti dia harus memasak semur gara-gara saya puji.

Menu pagi untuk akad nikah memang saya meminta adanya semur. Tak perlu banyak. Saya pikir hanya keluarga dekat yang akan hadir untuk memberikan doa dan restu. Lalu ternyata, dengan cantiknya semur daging sapi dan ayam tersedia di dapur. Tak ada rendang daging. Apalagi rendang daging yang keras tak terkira. Menyulitkan orang untuk memakannya. Lebih memalukan lagi jika ada yang membahas makanan yang disajikan dengan tidak memuaskan.


Sudah saya bayangkan. Semur daging masakan ibu mertua adalah yang terlezat yang pernah saya makan. Masakan nenek saya yang biasanya saya puji setengah mati kalah telak. Bumbunya yang kental di dalam kuah yang gurih. Memang menggugah selera, sampai-sampai seorang teman meminta untuk disisakan agar bisa dimakan di rumah. Jadi buat yang tak datang kemarin sayang sekali tak bisa menyantap semur lezat buatan mertua saya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan