Langsung ke konten utama

WhatsApp Initializing Too Long


Siapa yang suka menghapus history di smartphonenya pasti pernah mengalami hal ini. Saat akan masuk kembali ke akun Whatsapp, ternyata tak bisa masuk padahal sudah berjam-jam 'initializing'. Entah apa yang membuatnya menjadi sedemikian panjang. Padahal dibandingkan LINE dan aplikasi chat lainnya, Whatsapp aplikasi yang sederhana. Tidak banyak hal yang ada di sana. Hal-hal yang tidak perlu memang tidak disematkan di Whatsapp. Namun selalu saja sulit untuk masuk kembali ke akun kita dan hanya tiba di halaman initializing. Entah kenapa.

Ternyata yang mengalaminya bukan hanya saya sendiri. Masih banyak orang di luar sana yang juga mengeluhkan hal yang serupa. Bagaimana sulitnya untuk masuk ke akun setelah kita keluar. Saya ingat sekali dulunya Whatsapp tak sesulit ini untuk masuk. Bahkan di ponsel biasa saya yang nokia. Mudah saja masuk setelah keluar atau menguninstall.

Walaupun sebenarnya banyak aplikasi chat yang lain, saya juga tetap butuh Whatsapp. Sebab tak semua orang menggunakan semua aplikasi yang saya install di android saya. Apakah ini tandanya saya harus mengganti smartphone dengan yang terbaru? Smartphone yang memiliki kemampuan menjepret yang lebih mumpuni dibandingkan smartphone yang saya miliki?

Memang ada rencana sih buat mengganti smartphone tapi sayang sekali jika harus membelinya dengan harga mahal. Lebih baik uangnya ditabung buat persiapan hamil dan melahirkan. Wihi sudah ada rencana ke sana :D

Lomba yang saya ikuti memang ada yang memberikan hadiah smartphone baru yang kemampuannya jauh dibandingkan smartphone yang saya miliki. Melihat hadiah nomor tiga saja saya sudah ngiler. Apalagi sampai mendapatkan hadiah utama. Pengennya sih memang hadiah utamanya sebab kameranya begitu ajaib dan sekarang rasanya semua orang bisa menjadi fotografer profesional dengan smartphone tersebut.

Tapi saya juga membayangkan bagaimana nantinya saat saya menginstall aplikasi Whatsapp di sana. Apakah akan ada lagi 'initializing' yang panjang? Membuat saya tak bisa menggunakan aplikasi tersebut dengan orang-orang di kantor dan juga teman-teman yang ingin saya undang melalui Whatsapp saja. Ah jadi bingung. Saya sudah berusaha mencari cara agar initializing di Whatsapp tidak sepanjang tersebut. Padahal sudah menggunakan wifi tetap saja whatsappnya tak bisa masuk ke chat. Yang ada hanya chat orang yang muncul di notifikasi tapi tak bisa dibaca. Itu lumayan menyebalkan.

Takutnya ada orang yang memang punya kepentingan dengan saya tapi tak bisa saya baca pesannya. Saya juga dagang menggunakan Whatsapp. Jadi ini cukup membuat saya cemas jika whatsapp tersebut tak mau masuk juga. Ada sih keinginan untuk melakukan reset ke setelan pabrik untuk smartphonenya. Sebab sudah sering sekali ngehang dan gagal mengetik. Aih baru saja menggunakannya sekitar 5 bulan, sudah sedemikian parahnya keanehan softwarenya. Walaupun demikian saya bersyukur memiliki smartphone Lenovo A800 tersebut. Sebab melalui smartphone tersebut Tuhan memberikan saya sebuah sepeda motor Scoopy Honda yang masih baru.


Bagaimana dengan teman-teman? Apakah mengalami hal yang sama?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan