Langsung ke konten utama

Sudah Sukses atau Belum?


Tak ada satu orang pun di dunia ini yang senang disamakan dengan orang lain. Tetapi entah mengapa banyak sekali di antara kita yang suka mencari-cari seseorang yang memiliki minat yang sama dengan kita yang sudah sukses lalu kita membuat perbandingan antara diri kita dengannya. Misalnya kita selalu mengatakan diri kita suatu hari akan menjadi seperti dia. Kita akan sukses seperti dia. Bahwa kesuksesan yang dia miliki adalah tolak ukur yang akan kita gunakan untuk membangun sesuatu yang kita sebut masa depan.

Apakah itu benar atau salah?

Tak ada sesuatu yang benar-benar mutlak di dunia ini. Tak ada yang salah dengan mencoba membandingkan diri kita dengan orang lain untuk mencapai yang namanya kesuksesan. Sebab itu bisa menjadi seuatu yang kita sebut langkah pertama. Tapi kita tak bisa mencoba jalan yang sudah dilewati di dalam kehidupan orang lain dan menjadikan sebagai 'contoh'. Itu adalah sesuatu yang tak akan pernah bisa kita bandingkan. Karena jalan kehidupan setiap orang berbeda. Tak ada yang bisa menjalani kehidupan yang sama dan mencapai kesuksesan yang sama.

Karena itulah jangan pernah mencoba untuk mencari kesuksesan yang sama seperti orang lain. Ada kalanya seseorang sukses di tangga yang berbeda dengan yang kita lewati. Tingkat kesuksesan setiap orang berbeda karena kita tak akan berada di posisi yang sama. Mengapa tak mencoba untuk menjadi seseorang yang lebih sukses dari diri kita yang kemarin. Karena saya yakin kita bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan diri kita yang sebelumnya. Saingan terbesar kita adalah diri kita sendiri. Bukan orang lain.

Mau sukses seperti apa pun ini jalan kita. Tak ada orang yang bisa mengatakan kita tidak sukses dengan apa yang kita punya sekarang atau yang tak pernah kita punyai. Setiap rezeki yang diberikan Tuhan berbeda antara satu manusia dengan yang lainnya. Selama kita bisa bersyukur dengan apa yang kita punya mengapa kita harus mencoba untuk menjadi sukses dengan cara orang lain.


Kamu sudah sukses belum?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan