Langsung ke konten utama

Semakin Bersyukur


Sejak kecil saya selalu diajari untuk selalu mensyukuri semua yang saya miliki dan juga tak saya miliki. Sebab memang hanya itu yang bisa saya lakukan untuk menjalani kehidupan dengan tenang. Risau dengan banyak hal yang tak saya miliki hanya membuat saya galau dan pada akhirnya resah. Mau banyak atau sedikit yang diberikan Tuhan kita memang wajib untuk bersyukur.

Bersyukurlah untuk oksigen yang tak pernah lupa Tuhan berikan untuk kita di dunia ini. Terbayangkankah oleh kita saat Tuhan menghentikan pasokan oksigen di bumi untuk 10 detik saja atau 10 menit? Apa yang akan terjadi dengan dunia dan segala isinya? Jangan-jangan kita sering lupa mensyukuri keberadaan oksigen yang secara sadar dan tak sadar terus kita hirup setiap hari.

Saat jatuh dari sepeda motor beberapa minggu yang lalu saya juga sadar betapa Tuhan telah memberikan sepasang kaki yang patut untuk disyukuri. Sulitnya berjalan dengan kaki yang terluka membuat saya sadar bahwa kaki ini adalah rezeki dari Tuhan yang tak akan saya tukar dengan uang berapa pun jumlahnya. Bayangkan kalau kita lahir tanpa kaki? Tentunya jauh lebih sulit lagi. Tetapi mengapa banyak orang yang memiliki ketidaksempurnaan seperti manusia normal lainnya masih bisa hidup dengan baik dan tetap bersyukur. Saya malu kalau harus meminta lebih banyak lagi dari Tuhan sebab dia sudah memberikan banyak sekali anugerah di dunia ini untuk kita semua. Tanpa kita minta pun Dia tak pernah alpa memberikan rezeki dalam bentuk kesehatan bagi kita semua. Sayang jika kita melupakan caranya untuk bersyukur atas semua anugerah yang telah dia berikan.

Bukankah Dia sudah mengatakan bahwa Dia akan menambah rezeki bagi hambanya yang mau bersyukur. Namun mesti kita ingat pula bahwa ketika kita ingkar dengan semua nikmat-Nya azab yang akan dia berikan tentunya sangat pedih.

Saat itulah saya sadar bahwa apa pun yang diberikan Tuhan wajib kita syukuri. Jangankan berupa nikmat. Sesuatu yang menurut orang lain merupakan musibah bisa jadi berkah untuk kita. Misalnya penyakit yang dia berikan. Saat kita merasakan sakitnya tubuh kita bersyukurlah sebab bisa jadi Tuhan ingin kita lebih banyak beristirahat dan memberikan hak pada tubuh kita untuk menghentikan semua kegiatan yang menyita tenaga kita.

Makanya ketika jatuh dari motor kemarin saya rasa Tuhan sedang memberikan nikmat yang harus saya syukuri. Bagaimana saya melihat orang-orang di sekitar saya menjadi lebih memperhatikan saya saat kaki saya terluka. Walaupun sebenarnya tak ada seorang pun yang ingin sakit atau terluka, begitu juga dengan saya. Tetapi mengalaminya sesekali bukanlah hal yang buruk. Sebab kita akan melihat dunia dan segala isinya dengan cara yang berbeda.

Itu baru satu contoh. Masih banyak lagi contoh yang bisa membuat kita bersyukur atas takdir yang Dia berikan. Tuhan selalu dan akan selalu dan selalu menjadi yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Apa yang kita butuhkan di dunia ini. Dia akan tahu caranya memberikan semuanya untuk kita.


Cukuplah bersyukur atas semua nikmat yang diberikan dan bersabar pada musibah yang terjadi. Sebab Tuhan akan menambah semua nikmat yang telah dia berikan sebelumnya. Seperti kita yang bersedekah pada seseorang yang membutuhkan. Apakah kita tidak tertarik untuk menambah sedekah kita saat melihat bagaimana orang tersebut mensyukuri sedekah yang kita berikan? Begitulah cara Tuhan menyayangi kita sebagai hamba-Nya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan