Langsung ke konten utama

Puaskan Pembaca Anda


Saya pikir selain menulis untuk diri sendiri, sebenarnya di luar sana ada orang-orang yang dengan setia terus mengunjungi blog ini. Tak banyak memang pengunjungnya sekarang. Setelah saya berhenti membagikannya di beberapa kanal tempat berbagi blog. Paling yang masih terus berlangsung adalah pembagian tautan blog melalui facebook dan twitter. Itupun karena saya menggunakan aplikasi untuk membagikannya secara otomatis. Cukup melelahkan apabila dibagikan satu demi satu. Biarlah orang yang memang benar-benar ingin ke blog ini yang akan mendatanginya.

Pembaca inilah yang harus saya pikirkan juga tingkat kepuasannya. Saya berusaha mendengarkan beberapa masukan yang datang untuk perbaikan blog ini. Sehingga bukan saya saja yang menikmati proses menulis ini. Ada orang di luar sana yang juga ikut menikmati setiap tulisan yang hadir dan nyaman di dalamnya. Itu sebabnya saya selalu berusaha membuat tampilan blog yang lebih ramah pengunjung. Bukan hanya tampilan yang enak di mata saya sendiri.

Memuaskan pembaca tentu menjadi poin yang cukup penting. Sebab dengan memberikan kepuasan pada pembaca blog kita, kita sedang membangun sebuah pondasi untuk pembaca setia blog yang akan selalu hadir tanpa melibatkan mesin pencari. Dia dengan mudahnya mengetikkan alamat blog kita di browsernya. Bahkan bersyukurlah kalau sudah banyak orang yang membuat bookmark di browsernya khusus untuk blog kita. Sehingga dia tak perlu kesulitan saat akan berkunjung ke blog kita. Sebab terkadang orang ada yang keliru mengetikkan alamat blog ini.

Bukan satu dua orang yang beranggapan blog ini tulisannya 'honeylicious' padahal jelas-jelas akun twitter saya tidak menggunakan 'c' melainkan 'z' yang membuatnya menjadi 'honeylizious'.

Saat ada pembaca yang mengatakan bahwa tampilan blog ini yang sebelumnya pinky winky kurang nyaman dipandang membuat saya memutar otak untuk menemukan template yang lebih nyaman. Tidak hanya nyaman untuk pengunjung tetapi juga nyaman bagi saya sendiri. Template yang ringan dan tak banyak pernak-perniknya tentu lebih ramah pembaca, sebab orang datang ke blog ini tentu saja untuk menemukan tulisan baru dan ingin membacanya dengan nyaman. Kalau sejak awal saja templatenya sudah tidak nyaman, sudah dapat dipastikan pembaca tidak akan puas dengan blog tersebut. Nah, bisa-bisa pengunjung tetap pun menjadi kabur dibuatnya.

Walaupun tanpa pembaca blog ini tetap akan diisi dengan tulisan baru setiap harinya. Namun lebih bermanfaat lagi kalau ada yang membacanya dan mendapatkan sesuatu yang baik dari sana. Syukur-syukur bisa memberikan inspirasi buat banyak orang.

Setelah mengganti templatenya akhirnya ada yang senang berkunjung kembali dan mengatakan bahwa template ini sekarang jauh lebih nyaman dibandingkan dengan template sebelumnya yang terlalu banyak pernak-perniknya dan warnanya sendiri tidak begitu nyaman untuk dipandang. Setiap orang memang punya seleranya masing-masing tapi kalau beberapa orang sudah mengatakan hal yang sama tentu saja saya kembali berkutat untuk menemukan template yang lebih nyaman untuk dipandang.

Sekian lama mencari akhirnya menemukan template yang ini. Semoga tidak akan diganti kembali. Seandainya diganti pun barangkali tampilannya tak akan jauh berbeda dengan template yang sekarang. Memang lebih enak seperti ini posisinya. Berbeda dengan selera saya setahun yang lalu. Setahun yang lalu saya suka sekali dengan sidebar di bagian kiri dan kotak postingan di bagian kanan.


Sekarang sebaliknya. Bagaimana menurut anda? Apakah template seperti ini sudah nyaman atau belum?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan